Cibinong, DepokPost.com-Perawakan tubuh kecil semampai, karakter orangnya bisa dikatakan rendah hati. Kalau sedang bicara maka dia menjadi pendengar yang baik. Dan tidak pernah memotong pembicaraan. Dia tidak pernah meminta pendapat kalau tidak diminta.
Itulah sosok wartawan Radar Bogor yang belum lama ini menjadi juara I dalam kompetisi tenis meja yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor.
Dia itu adalah Untung Bachtiar. Boleh dikatakan sebagai legenda bagi wartawan yang menguasai Bogor Raya dengan merajai olah raga tenis meja.
Kemenangan di PWI Kota Bogor menorehkan diri sebagai wartawan yang disegani di bidang olah raga tenis meja. Kemenangan itu telah melengkapi dan berhak menyandang wartawan legend PWI bidang olah raga tenis meja.
“Alhamdulillah bang juara. Maaf, jangan menyebut saya sebagai wartawan legend,” kata Untung saat ngobrol di sebuah warung kopi di kawasan Keradenan, Cibinong, Jawa Barat, Selasa (17/2/2026).
Dia pun menceritakan awal mula menjadi ‘wartawan penguasa’ olah raga tenis meja.
“Awalnya saat saya ditugaskan kantor Radar Bogor ke Radar Sukabumi. Untuk menghilangkan rasa kejenuhan dari rutinitas, saya olah raga jogging. Namun, susah berkeringat meski sudah lama waktu jogging,” ujar Untung.
Saat itu dia mengalihkan ke olah raga lain dan melihat orang lain sedang olah raga tenis meja. Dan segera berbaur main bersama.
Dia main tenis meja sebisanya agar bisa berkeringat dan dirinya bisa bugar sehingga ritme kerja dapat dilalui dengan keceriaan tanpa beban.
Dari sinilah dia mulai menikmatinya. Olah raga tenis meja boleh dikatakan sebagai menu wajib bukan cuma mencari keringat. “Tetapi tetap saya utamakan Shalat dan kerja. Tenis meja cuma iseng tapi berhadiah,” selorohnya sambil tertawa.
Awalnya menikmati dan bisa berkeringat, tapi lagi-lagi karena skil yang kurang mempuni akhirnya berhenti di satu bulan pertama.
Saya mengingat dulu saat masih SMA hingga mahasiswa bermain tenis lapangan. Saya pun mendatangi klub tenis lapangan di Stukpa Polri Sukabumi, karena tempat ini satu-satunya klub olahraga tenis lapangan. Sayangnya saat mendaftar harus waiting list alias menunggu antrian karena hanya dibatasi 35 member/anggota saja.
Secara tidak sengaja, sekitar pada awal 2015 bertemu dengan Brigjen Asep Edi Suheri saat menjabat sebagai Kapolres Sukabumi (sekarang Kapolda Metrojaya).
“Beliau mengajak saya bermain tenis meja, bila ingin berkeringat banyak dan bisa ketawa-ketawa serta bahagian tentunya. Terlebih olahraga ini juga bisa membantu meningkatkan ketajaman otak, terlebih yang menyukai tantangan dan teka-teki. Bermain pingpong juga membantu kita dalam meningkatkan konsentrasi, kewaspadaan mental, dan menggunakan strategi taktis yang lebih baik saat menghadapi lawan,” kenang Untung seraya mengatakan bahwa nasehat Brigjen Pol. Asep Edi Suheri inilah yang akhirnya menekuni Tenis Meja atau pingpong.
Meja pingpong yang ada di kantor pun Untung perbaiki dan terpakai kembali. Bahkan saat melihat kondisi meja yang kurang layak, Brigjen Pol Asep Edi Suheri menghibahkan satu unit meja tenis ke kantor Radar Sukabumi.
“Saat itulah, saya semakin intens bermain tenis meja meski tidak ada pelatihnya. Permainan hanya askring atau asal keringatan, terpenting sehat dan bahagia, karena dalam olahraga Pingpong ini ada unsur canda tawanya, seperti kita gagal memukul bola atau kita bisa memelintir bola sehingga membelokkan arah bola sehingga lawan main tertipu,” ujarnya.
Untung mencoba ikut pertandingan yang ditonton Wali Kota Muraz periode 2013-2018. Wali Kota itu menyarankan agar Untung harus lebih banyak latihan dan masuk ke klub tenis meja. Karena di klub ada pelatih yang profesional.
Untung pun merenung dan membenarkan saran dari Wali Kota Sukabumi tersebut.
Pada 2016, Untung pindah tugas kembali di Bogor. Entah kebetulan atau tidak, di dekat kost an saya di Cijahe, Kelurahan Curug Mekar, Kecamatan Bogor Barat, terdapat klub tenis meja.
“Nama klub tenis meja tersebut Perkumpulan Tenis Meja (PTM) Yasmin499, saya pun gabung dan berlatih. Tentunya pada awal bergabung, saat bermain tenis meja, selalu menjadi bulan-bulanan rekan-rekan di klub tersebut,” kesannya.
Namun, Untung tidak kecil hati. Justru dirinya bertekad ingin bisa memiliki skill bermain tenis meja agar bisa mengimbangi rekan-rekan di Yasmin499.
“Saya berlatih setiap hari, bahkan sering sampai larut malam. Kondisi ini pun beriringan dengan rekan-rekan yang juga ingin meningkatkan kemampuan bermain tenis meja,” tuturnya.
Akhirnya sering private kepada pelatih untuk latihan bola banyak rutin seminggu sekali, bahkan bisa lebih. Selain private, setiap hari selalu bermain pingpong, menjadi kebiasaan hingga saat ini karena tujuan awalnya ingin berkeringat, ingin sehat.
Untung pun mengungkapkan hasil yang dicapai selama geluti tenis meja selain tetap menjadi wartawan dan menjadi anggota PWI. Sekarang bergabung di PWI Kabupaten Bogor yang dipimpin Dedy Firdaus.
Inilah prestasi Untung Bachtiar Sang Wartawan Legenda
1.Juara Pertama Kategori Doubel Turnamen CRV Cup di Bantarkambing, Kecamatan Rancabungur Kabupaten Bogor pada 2019
2.Juara Pertama Turnamen Tenis Meja Antar Wartawan se Bogor Raya pada 2020 hingga 2022 pada kegiatan HPN tingkat Kabupaten Bogor.

3.Juara Ketiga Doubel Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwarda) tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2020

4.Juara Umum Porwanas di Kota Malang Jawa November Timur Tahun 2022
5.Juara Kedua Kominfo Cup 2022 antar lembaga pers di GBK Arena Jakarta 2022
6.Juara Kedua Kominfo Cup 2024 antar Lembaga pers di GOR Bulungan Jakarta Selatan.

7.Juara Umum Porwanas 2024 di Banjarmasin Kalimantan Selatan
8.Juara ketiga turnamen tenis meja HUT Pasar Modal di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta November 2025. (Adi Kurniawan)
