3 Langkah Mencari Niche Terbaik Untuk Blog Atau Bisnis Online Anda

3 Langkah Mencari Niche Terbaik Untuk Blog Atau Bisnis Online Anda

Dalam postingan ini, kita akan berguru bagaimana cara mencari niche yang tepat untuk blog atau bisnis anda.

 

Tapi sebelumnya, ada 2 argumentasi mengapa ini penting:

 

Pertama, bila anda salah menentukan niche (atau tidak fokus dalam 1 niche) maka blog anda tidak akan bisa berkembang.

 

Mungkin mampu sih, tapi tidak bisa menghasilkan.

 

Yang kedua, kesalahan memilih niche akan menjadikan proses pembuatan konten jadi terasa berat. Kita jadi malas membuatkonten.

 

Dan kita jadi tidak mampu membuatkonten yang berkualitas.

 

(yang sudah pernah salah pilih niche niscaya baiklah)

 

Oleh alasannya adalah itu, kalau anda ingin menciptakan blog yang sukses, ini tutorial yang pertama kali HARUS anda baca.

 

Mari kita mulai.

 

 

Karena beberapa bentuk bisnis online juga berawal dari niche, dan konsepnya seperti, maka tutorial ini juga mampu anda pakai untuk bisnis.

 

Ada 3 hal yang hendak kita diskusikan di dalam artikel ini:

 

 

    1. Pertimbangan dalam menentukan niche

 

    1. Cara memilih niche yang sempurna buat anda

 

    1. Cara melakukan diferensiasi niche

 

 

Pertimbangan dalam Memilih Niche

 

Ada orang yang bilang mesti pilih niche menurut minat dan kemampuan, ada yang bilang minat tidak penting asalkan potensinya besar.

 

Mana yang benar?

 

Keduanya.

 

Keduanya benar dan mampu dipakai selaku pemikiran.

 

Tapi manusia itu berlawanan-beda. Mungkin usulan dari si A cocok untuk si B tetapi tidak sesuai untuk si C.

 

Untuk itu, mari kita diskusikan dahulu aneka macam pertimbangannya semoga anda mampu tahu mana yang paling sempurna untuk anda sendiri.

 

Oh ya, ada peran yang bisa anda lakukan:

 

Untuk setiap pertimbangan, silahkan tulis 5-10 niche yang anda rasa sesuai dengan usulantersebut.

 

1. Mengapa blogger pemula seharusnya mengikuti minatnya sendiri

 

Saya ini tipe orang yang senantiasa menyarankan biar blogger gres memilih bidang yang ia anggap mempesona.

 

Tapi ada banyak pakar yang tidak baiklah.

 

Mereka bilang bahwa mereka sendiri punya banyak blog dalam topik yang serupa sekali tidak mereka pahami, namun mampu menghasilkan puluhan-ratusan juta per bulan.

 

Memang benar, tidak salah…

 

…tapi ada satu dilema:

 

Mereka itu orang-orang yang telah terlatih.

 

Mereka telah paham seluk-beluk blogging dan cara mengembangkannya.

 

Sedangkan pemula?

 

Belum tahu cara menciptakan konten yang elok, belum tahu cara membuatkan blog, belum tahu apapun. Apalagi kalau tak mau keluar biaya (untuk bayar penulis).

 

Memilih topik berdasarkan minat

 

Blogging itu butuh pengabdian.

 

Kalau si blogger tidak terpikatdengan topiknya, ia akan cepat jenuh.

 

Selain itu, alasannya konten blog mesti berkualitas, maka anda mesti mau mempelajari niche yang anda pilih. Berarti anda akan berguru 2 hal sekaligus, mencar ilmu blogging dan belajar nichenya.

 

(lagipula berguru hal yang tidak kita minati itu sulit)

 

Ada 1 alasan lagi:

 

Dunia blogging ini isinya orang-orang yang betul-betul antusias terhadap nichenya masing-masing. Kalau anda tidak berkeinginan, akan susah bersaing.

 

Tapi jangan anggap minat selaku hambatan.

 

Justru dunia blogging itu enak alasannya adalah kita mampu menerima penghasilan dengan menulis hal-hal yang kita minati.

 

Kurang yummy apa coba?

 

Sekarang, ini tugas anda:

 

Abaikan potensi keuntungan, abaikan kemampuan anda kini, silahkan buat daftar hal-hal yang anda minati. Minimal 10.

 

Kalau resah, ini pancingannya:

 

 

    1. Pikirkan rutinitas keseharian anda, apa aktivitas yang paling anda tunggu-tunggu?

 

    1. Apa aktivitas yang paling tidak pernah membuat anda bosan?

 

    1. Apa hal yang selalu muncul dalam hidup anda sejak beberapa tahun yang kemudian?

 

    1. Klub/lembaga/kelompok/organisasi apa yang anda ikuti?

 

 

10 itu sepertinya banyak, namun sebetulnya sedikit. Banyak orang yang tidak sadar dengan minatnya sendiri.

 

Sekali lagi, jangan pikirkan peluangpenghasilan dan kesanggupan anda, buat saja sebanyak-banyaknya. Bahkan yang sepertinya konyol sekalipun.

 

Di tahap kedua nanti baru akan kita evaluasi lagi.

 

Misalnya jika anda yang masih sekolah waktu di kelas suka menggambar kartun tanpa memperhatikan bu guru yang sedang mengajar, maka ini termasuk minat.

 

Atau bila anda suka main game di Android/iPhone, ini juga mampu.

 

2. Kemampuan dan pengetahuan relatif anda

 

Saat menjadi blogger, maka blog anda akan jadi pusat pengetahuan.

 

Orang-orang yang ingin mempelajari sebuah topik akan berdatangan ke blog anda. Belajar dari anda.

 

Sekarang bayangkan:

 

Kalau kita tidak lebih bakir atau lebih andal daripada mereka yang ingin berguru, lalu gimana caranya kita mampu mengajari mereka?

 

Dengan mencar ilmu, tentu saja…tapi ini telah kita bahas di minat tadi.

 

Jadi, salah satu cara mencari niche untuk blog yaitu dengan melihat kesanggupan anda sendiri.

 

Tapi tunggu dahulu…

 

Mentang-mentang bicara “kemampuan” atau “kemampuan”, aku tidak bilang bahwa anda mesti jadi pakar, guru, atau master. Tidak.

 

Makanya di judul subbab ini saya tulis kesanggupan relatif.

 

Artinya yang penting kemampuan kita di atas orang awam.

 

Misalnya kalau seorang pakar itu kemampuannya 100%, orang awam kemampuannya 0%, maka kalau kemampuan kita cuma 40% pun telah OK.

 

Tingkat pengetahuan topik blog

 

Nantinya juga anda akan mencar ilmu lebih banyak lagi setelah punya blog.

 

Ada 1 alternatif lagi:

 

Ini jikalau anda merasa tidak PD dengan kesanggupan anda…

 

Coba buat blog wacana “catatan perjalanan” anda dalam mempelajari topik tersebut. Makara blog ini isinya apa-apa saja yang anda pelajari.

 

Blog mirip ini banyak yang jadi populer.

 

Sekarang tugasnya:

 

Sekali lagi, abaikan peluang dan peluangbisnis, buat daftar yang berisi kemampuan-kemampuan anda atau hal-hal yang anda rasa anda mampu jadi ahlinya (meskipun kini belum).

 

Beberapa pertanyaan pancingan:

 

 

    1. Apa hard skill yang anda miliki? (pola: menulis postingan, programming, Photoshop, menggambar, Bahasa Inggris)

 

    1. Apa soft skill yang anda miliki? (pola: mudah berteman, mampu presentasi yang mempesona, percaya diri yang tinggi)

 

    1. Apa pencapaian yang pernah anda peroleh? (pola: rangking 1 di kelas, menurunkan berat tubuh, punya pacar, sembuh dari tertekan)

 

    1. Apa kebanggaan yang pernah anda peroleh dari orang lain? (teladan: akil berbusana, pandai menyanyi, punya usulan politik yang menawan, selera humor yang tinggi)

 

    1. Parenting?

 

 

Bahkan yang anda rasa konyol sekalipun, tulis saja seluruhnya.

 

Ngomong-ngomong, semua pola di masing-masing pertanyaan tersebut bisa jadi blog yang sukses. Sudah banyak buktinya.

 

3. Melihat tren yang sedang atau akan naik daun

 

“Siapa cepat ia mampu”

 

Ini sering kita jadikan bahan bercanda, namun bahwasanya tidak salah.

 

Memang pada kenyataannya siapa yang paling cepat lazimnya bakal punya peluangpaling besar untuk unggul dan jadi berhasil.

 

Ini mampu kita jadikan sebagai niche.

 

Kalau kita tahu tren yang kini sedang naik daun atau akan secepatnya naik daun, kita akan sungguh termotivasi untuk mengejar tren tersebut.

 

Apalagi kalau kita juga berhasrat terhadap bidangnya.

 

Misalnya sewaktu quadcopter/drone mulai terkenal di tahun 2013-14, banyak blog baru yang mulai bermunculan.

 

Hingga kini jadi blog raksasa.

 

Atau ketika versi diet Paleo dan gluten-free jadi terkenal. Banyak blog yang membahas keduanya.

 

Maka dari itu, coba amati tren di sekeliling anda.

 

Contohnya jikalau Apple mengeluarkan produk baru bernama iRobot, maka kita tahu produk ini nantinya akan jadi terkenal.

 

Kalau kita jadi yang pertama membahas produk tersebut, kita juga akan ikut jadi terkenal.

 

Tapi hati-hati:

 

Jangan pilih tren yang sifatnya sesaat. Seperti watu akik.

 

Coba lihat gambar grafik popularitasnya:

 

Tren Batu Akik

 

Hanya beberapa bulan, kemudian anjlok.

 

Kalau anda memulai blog atau bisnis baru di bidang ini, populernya cuma sebentar.

 

Tren yang bagus itu tren yang punya alasan berpengaruh mengapa jadi populer. Bukan karena sengaja dibentuk jadi heboh, misalnya gara-gara artis.

 

Tugas anda:

 

Cari beberapa tren yang sekarang ini sedang naik daun di dalam bidang-bidang topik yang anda ikuti perkembangannya.

 

Anda mungkin tidak akan mampu ketemu banyak tren, atau bahkan sama sekali tidak ketemu, alasannya memang tren itu tidak selalu ada setiap dikala.

 

4. Bisnis yang sedang anda kerjakan

 

Ada 2 tipe orang yang ingin menciptakan blog:

 

Ingin mengakibatkan blognya selaku bisnis untuk menerima penghasilan.

 

Atau untuk mengakibatkan blognya selaku sarana pengembangan bisnis.

 

Ini untuk anda yang tipe kedua.

 

Kalau anda sudah punya bisnis, mencari niche untuk blog lebih mudah sebab tinggal diubahsuaikan dengan usahanya.

 

Misalnya jika anda punya bisnis penyewaan kendaraan untuk turis di Bali, anda bisa menciptakan blog yang berisi bimbingan travel di Bali.

 

Sehingga orang yang ingin traveling ke Bali nanti akan menyewa kendaraan dari anda.

 

Masuk logika kan?

 

Ini cara menentukan topik blog yang mampu membantu berbagi bisnis anda:

 

 

    1. Pahami orang-orang yang termasuk di sasaran pasar anda. Seperti acuan tadi, misalnya orang-orang yang berwisata ke Bali

 

    1. Cari tahu apa berita-gosip yang mereka perlukan. Misalnya, bimbingan berwisata di Bali

 

    1. Sediakan info yang mereka butuhkan. Misalnya, daerah-daerah wisata di Bali, kuliner khas Bali, dan sebagainya

 

 

Baca tutorial content marketing ini untuk mencar ilmu lebih lanjut.

 

Menentukan Niche Terbaik untuk Anda

 

Sekarang anda sudah punya belasan atau puluhan pilihan niche.

 

Tapi tentunya anda tidak akan menggunakan semuanya. Anda hanya akan memilih topik yang terbaik untuk anda sendiri.

 

Dalam tahap inilah kita akan ambil keputusannya.

 

Di akhir tahap kedua nanti kita akan melaksanakan perhitungan dengan angka-angka untuk menciptakan topik terbaik.

 

Sebelum itu, bila anda punya banyak topik, ada baiknya kita saring dulu yang tidak terlampau elok. Supaya nanti lebih mudah.

 

Silahkan jawab pertanyaan-pertanyaan berikut untuk setiap niche:

 

1. Apakah anda bersemangat  dengan niche tersebut?

 

Minat itu tidak selalu membuat kita antusias dalam blogging.

 

Meskipun anda kesengsem dengan sebuah topik, namun mampu jadi anda tidak akan senang jika disuruh menulis wacana topik tersebut.

 

Misalnya begini:

 

Saya suka nonton movie.

 

Saya sering ke bioskop untuk nonton, aku punya banyak movie bajakan di hard disk, saya juga langganan Netflix.

 

Tapi kalau nulis ihwal movie?

 

Kurang terpesona.

 

Kaprikornus, minat itu belum tentu menciptakan kita excited untuk menulis.

 

Coba dipikirkan seperti ini:

 

 

    • Apakah anda mampu menulis postingan dalam niche tersebut selama bertahun-tahun?

 

    • Apakah anda mampu kalau disuruh membaca buku 100 halaman tentang niche tersebut?

 

 

Kalau tidak sanggup, memiliki arti topik tersebut kurang pas.

 

2. Apakah topik ini mampu jadi potensi bisnis?

 

Hampir semua orang yang mengawali blog di jaman kini biasanya alasannya adalah ingin mendapatkan penghasilan.

 

Tapi tidak semua niche bisa menciptakan.

 

Ngomong-ngomong tentang penghasilan, jangan samakan jumlah hadirin blog dengan jumlah penghasilan.

 

Ada niche yang bisa mendapatkan banyak hadirin dengan mudah tetapi tapi peluangpenghasilannya kecil.

 

Ada juga yang sebaliknya…

 

…pengunjungnya sedikit, tapi kesempatanpenghasilannya besar.

 

Makara, ingat, jumlah hadirin bukan indikator bagus/tidaknya suatu topik.

 

Yang mesti kita perhatikan ialah hal-hal berikut:

 

 

    1. Apakah ada orang yang hidupnya terbantu jika anda menulis postingan dalam topik atau niche tersebut?

 

    1. Apakah orang-orang mau mengeluarkan uangnya dalam topik tersebut?

 

    1. Apakah ada produk, jasa, atau event yang bisa dibentuk terkait topik tersebut?

 

    1. Apakah ada yang telah sukses melaksanakan?

 

 

Saya ingin tekankan pada poin keempat.

 

Banyak orang yang menganggap cuma sebab suatu blog/bisnis tidak ada saingannya, maka mereka mampu berhasil dengan gampang.

 

Justru sebaliknya.

 

Suatu bidang/topik/niche itu jika tidak ada saingannya berarti tidak bisa menguntungkan.

 

Makanya tidak ada orang yang bersaing.

 

3. Apakah ada banyak yang mampu dibahas?

 

Blog itu situs web yang diupdate secara rutin dengan konten-konten baru.

 

Kalau hanya sedikit yang mampu dibahas, maka blog tersebut akan sukar berkembang. Sebaiknya dihindari.

 

Jadi, coba lakukan ini:

 

Untuk setiap niche yang tersisa ketika ini, fikirkan lebih dari 10 judul postingan yang mampu dibahas dalam berbagai topik di niche tersebut.

 

Kalau tidak mampu, mempunyai arti ada 2 penyebabnya:

 

 

    1. Anda kurang paham/tertarikdengan nichenya

 

    1. Nichenya terlalu sempit

 

 

Kalau nichenya terlalu sempit, potensi penghasilannya akan jadi sangat kecil.

 

Sehingga anda mungkin akan buang-buang waktu.

 

4. Gunakan ‘matriks pengambilan keputusan’ untuk menentukan niche terbaik

 

Inilah cara memilih niche yang sempurna buat anda langsung.

 

Saya pertama kali kenal tata cara ini ketika kuliah beberapa tahun yang kemudian. Entah waktu itu sedang mencar ilmu apa, tapi metode ini sungguh anggun untuk digunakan dalam mengambil keputusan.

 

Daripada aku jelaskan panjang lebar, lebih baik pribadi misalnya:

 

Matriks Pengambilan Keputusan

 

Untuk menerima template matriks mirip gambar di atas beserta penghitungan otomatisnya, klik di sini.

 

Baris pertama, horizontal, adalah patokan dalam pengambilan keputusan beserta bobotnya masing-masing.

 

Semakin tinggi bobotnya mempunyai arti semakin penting kriteria tersebut.

 

Di dalam pola di atas saya sudah memasukkan bobot yang saya rekomendasikan. Kalau anda tidak setuju, silahkan ubah sendiri bobotnya.

 

(tetapi semestinya tidak diubah)

 

Sedangkan kolom paling kiri, vertikal, yakni niche anda.

 

Untuk setiap niche, kita berikan skor dari 1-10 kepada setiap persyaratan (baris berwarna bubuk-debu).

 

Sampai di sini masih paham?

 

Lanjut…

 

Setelah itu, masing-masing skor untuk setiap kriteria dikalikan dengan bobot dari tolok ukur tersebut. Ini ialah skor simpulan per tolok ukur.

 

Terakhir, untuk setiap niche kita totalkan skor per kriterianya.

 

Misalnya:

 

 

    • Niche “presentasi” saya berikan skor 8 untuk kriteria “kesanggupan”

 

    • Kriteria “kemampuan” punya bobot 10

 

    • Artinya skor final untuk persyaratan “kesanggupan” yaitu 8×10 = 80

 

    • Ulangi mirip ini untuk persyaratan lainnya

 

    • Kemudian totalkan semua skor per kriteria

 

 

Dari sini kita peroleh skor total untuk setiap niche.

 

Skor total ini kita bandingkan untuk semua niche.

 

Niche yang mendapatkan skor terbesar adalah niche terbaik untuk anda.

 

Praktis kan?

 

Dengan matriks pengambilan keputusan ini, anda jadi tahu dengan terang niche mana yang paling cocok dengan anda menurut minat, kesanggupan, dan potensinya.

 

Jadi anda kini telah tahu niche apa yang sempurna.

 

Tapi kita belum akhir.

 

Masih ada 1 tahapan lagi yang jauh lebih penting:

 

 

Melakukan Diferensiasi Niche

 

Saya mau buka-tajil dahulu:

 

Awalnya, subbab diferensiasi ini rencananya saya pisahkan di halaman lain. Supaya tidak terlalu panjang.

 

Tapi begini…

 

…tahapan ini sangat sering diabaikan.

 

Padahal justru diferensiasi itu mungkin jauh lebih penting ketimbang penyeleksian nichenya sendiri.

 

Pemilihan niche itu baru 50%, sisanya di sini.

 

Karena pentingnya tahapan diferensiasi, supaya anda semua tidak kelewatan, maka alhasil saya gabung jadi satu di artikel ini.

 

Bagian ini aku buat sesingkat mungkin, inti-pada dasarnya saja agar tidak kepanjangan.

 

Apa itu diferensiasi? Kenapa penting?

 

Singkat saja, buat anda yang belum tahu pemahaman diferensiasi.

 

Diferensiasi yaitu strategi untuk menjadi lebih menonjol ketimbang pesaing lain dengan cara menjadikan bisnis anda berlainan. Tujuannya agar kustomer punya alasan yang berpengaruh untuk memilih anda, bukan yang lain.

 

Karena blog itu juga bisnis, jadi prinsipnya berlaku.

 

Seperti yang telah aku jelaskan tadi, kompetisi itu niscaya ada. Seperti kata pepatah, “Di mana ada gula, di situ ada semut”.

 

(justru jikalau tidak ada persaingan malah mencurigakan)

 

Hati-hati:

 

“Menjadi yang terbaik” itu bukan diferensiasi.

 

Semua bisnis dan blog juga pasti ingin jadi yang terbaik. Kaprikornus, ini bukan diferensiasi sebab tidak membedakan anda dari orang lain.

 

Setelah paham dengan pengertiannya, mari kita mulai.

 

Tahap #1: Deskripsikan niche anda dalam satu kalimat

 

Mulai dari yang paling dasar dulu.

 

Apa tujuan dari blog anda?

 

Sebagai pola, aku akan menggunakan niche programming.

 

Ini kalimatnya:

 

“Blog ini memberikan bimbingan untuk berguru programming”.

 

Atau bila misalnya blog ini isinya informasi atau tren terbaru maka kalimatnya jadi kira-kira seperti ini:

 

“Memberikan berita terkini seputar programming”.

 

Intinya, pikirkan tujuan dari blog anda lalu buat jadi suatu kalimat.

 

Tahap #2: Tentukan siapa orang yang akan terbantu dengan blog anda

 

Tujuan orang-orang membaca blog atau berbelanja produk ialah sebab mereka butuh pertolongan anda. Mereka ingin hidupnya jadi lebih gampang.

 

Siapa yang mau terbantu dengan adanya blog anda?

 

Kita gunakan teladan yang serupa mirip di tahap 1.

 

Ini untuk blog yang berisi panduan programming:

 

“Orang-orang yang ingin menciptakan aplikasi berbasis web”.

 

Ini yang isinya info:

 

“Orang-orang yang bersemangat dengan programming dan ingin jadi yang pertama untuk mengenali info modern”

 

Ingat…ini mesti SPESIFIK.

 

Jangan hanya “orang yang ingin berguru programming”. Lihat lebih dalam lagi, apa tujuan mereka ingin mempelajari hal tersebut.

 

Tahap #3: Pikirkan kenapa mereka mesti peduli dengan anda

 

Di tahap 2, kita sudah sedikit mempersempit nichenya supaya lebih spesifik dan tepat target.

 

Tapi itu saja belum cukup.

 

Karena ada banyak blog yang isinya belajar programming atau informasi programming. Orang-orang tidak akan memilih blog anda.

 

Inilah yang kita bahas kini.

 

Apa yang akan menciptakan orang-orang ingin datang ke blog anda?

 

Contoh untuk blog panduan programming:

 

“Ada tutorial tahap per tahap untuk menciptakan berbagai aplikasi yang bisa ditiru oleh pembaca sehingga mereka pribadi bisa membangun aplikasi sendiri dari nol”.

 

Saya jelaskan sedikit lagi biar lebih paham…

 

Bayangkan anda sedang ingin mencar ilmu programming.

 

Kalau ada suatu blog berisi bimbingan programming yang mampu pribadi menciptakan anda jadi mampu membangun aplikasi sendiri… lezat kan?

 

Apalagi bila blog-blog yang ada sekarang cuma berisi bimbingan yang sepotong-sepotong.

 

Jadi, dalam tahap ini kita mencari apa yang membuat blog kita jadi berlainan dan lebih unggul dalam suatu hal daripada blog lain.

 

Luangkan waktu 5-10 menit untuk tahap ini.

 

Tahap #4: Jelaskan kenapa anda orang yang tepat

 

Kredibilitas suatu blog tergantung pada dapat dipercaya si pemiliknya.

 

Maka dari itu, anda mesti mampu menerangkan alasan kenapa anda lah orang yang sempurna untuk mereka yang memerlukan.

 

Contoh:

 

“Saya sudah membuat beberapa aplikasi berbasis web, salah satu di antaranya bahkan diakuisisi oleh perusahaan X dengan nilai Rp X milyar”.

 

Semakin “wah” pastinya kian bagus…

 

…tapi, sekali lagi, anda tidak perlu jadi seorang pakar atau master.

 

Bisa juga mirip ini:

 

“Saat ini aku juga sedang dalam proses untuk mencar ilmu menciptakan aplikasi, aku bisa membagikan apa yang telah saya pelajari kepada pemula sehingga panduannya jadi lebih gampang dimengerti”.

 

Masuk akal juga kan?

 

Tahap #5: Gabungkan semuanya dan pegang prinsip ini

 

Setelah tahap 1-4 akhir anda lakukan, gabungkan dalam satu kalimat.

 

Ini yang telah kita buat tadi:

 

“Blog ini memberikan tutorial untuk mencar ilmu programming kepada orang-orang yang ingin membangun aplikasi berbasis web. Ada panduan tahap per tahap untuk membuat aneka macam aplikasi yang bisa ditiru oleh pembaca sehingga mereka eksklusif mampu membangun aplikasi sendiri dari nol.”

 

Kalimat inilah yang merefleksikan blog anda.

 

Selalu pegang prinsip yang anda tulis dalam kalimat tersebut ketika:

 

 

    1. Membuat konten gres

 

    1. Memperkenalkan dan mengiklankan blog anda

 

    1. Memperkenalkan diri anda sendiri (kalimat di tahap #4)

 

 

Jangan pernah keluar dari prinsip yang telah anda buat. Misalnya, kalau blog anda isinya panduan, jangan justru membuat artikel isu atau hiburan.

 

Itulah cara melakukan diferensiasi.

 

Maka kini blog kita telah bukan sekedar “blog berguru programming” lagi. Melainkan “blog dimana orang-orang mampu mencar ilmu membangun aplikasinya sendiri”.

 

Terakhir, ini peran anda:

 

Kalau anda ketika ini sedang mencari niche, silahkan lakukan hingga di tahap matriks pengambilan keputusan.

 

Kemudian lakukan diferensiasi.

 

Lalu, tulis niche anda beserta diferensiasinya di kolom komentar di bawah.

 

Sedangkan jika anda sudah punya blog, lakukan diferensiasinya saja lalu tulis isinya di kolom komentar.

 

Saya akan bantu untuk menganggap.

 

(Jangan khawatir, tidak akan ada orang yang hendak mencuri wangsit anda)