5 Tahap Untuk Mampu Masuk Ke Halaman Pertama Di Google Dengan Kata Kunci Apapun

5 Tahap Untuk Mampu Masuk Ke Halaman Pertama Di Google Dengan Kata Kunci Apapun

Kata orang, SEO itu bukan ilmu pasti.

 

Maksudnya, mereka tidak mampu menjamin bahwa situs web atau konten yang mereka buat bisa masuk ke halaman 1 di Google.

 

Atau bahkan jadi peringkat 1.

 

Walaupun katanya kontennya telah bermutu.

 

Lalu di sisi lain ada konten yang jelek, tidak bermutu, namun bisa di peringkat 1 mengalahkan website-situs web yang lebih elok.

 

Gara-gara ini, banyak yang menilai SEO itu untung-untungan.

 

Tapi tidak benar.

 

Ada cara yang mampu kita kerjakan untuk menjamin 100% kata kunciyang kita incar masuk ke halaman 1, bahkan jadi peringkat 1.

 

Saya akan buka semua rahasianya.

 

 

Ada cara biar kita mampu PASTI masuk halaman 1, ini beberapa studi kasusnya…

 

Di blog dan forum wacana IM, aku sering lihat orang-orang menjual ebook atau jasa SEO yang katanya mampu “memaksa” Google supaya kita jadi peringkat 1.

 

Seakan-akan situs web kita bisa jadi peringkat 1 dalam sekejap.

 

Biasanya bohongan…

 

…kebanyakan isinya cuma teknik SEO dasar atau teknik black hat yang resikonya tinggi.

 

Tapi bahu-membahu ada. Ada cara yang mampu kita lakukan untuk pasti masuk ke halaman 1 Google. Saya tidak bilang gampang, tetapi bisa.

 

Ini peringkat beberapa konten di PanduanIM:

 

Peringkat 1 untuk keyword “peluang perjuangan” dengan volume penelusuran lebih dari 60 ribu. Artikel ini juga mendapatkan peringkat 1-2 untuk keyword “peluang bisnis” (20 ribu).

 

Peringkat 1 peluang usaha

 

Peringkat 1 untuk keyword “berguru SEO” dengan volume penelusuran lebih dari 3000. Bersaing dengan orang-orang yang ahli tentang SEO.

 

Peringkat 1 belajar SEO

 

Peringkat 2 untuk keyword “bisnis online” dengan volume pencarian lebih dari 60 ribu.

 

Peringkat 2 bisnis online

 

Peringkat 2 untuk keyword “cara menciptakan blog” dengan volume pencarian lebih dari 100 ribu.

 

Peringkat 2 cara membuat blog

 

Di komputer anda mungkin posisinya berbeda 1-3 peringkat, alasannya tiap komputer berbeda-beda

 

Masih ada lagi bergotong-royong, tapi di atas ini merupakan beberapa yang kompetisi dan volume pencariannya cukup tinggi.

 

Ada 3 hal yang perlu aku beritahu:

 

 

    1. Saya tidak mengeluarkan biaya sepeser pun untuk menggunakan jasa SEO, backlink, kontes SEO, dsb. Semuanya dijalankan sendiri

 

    1. Saya tidak menggunakan teknik black hat seperti membuat PBN, blog zombie, dan/atau software pembuat backlink

 

    1. Sampai masuk ke halaman 1, konten-konten di atas membutuhkan waktu antara 2-5 bulan

 

 

Intinya, cara ini 100% kondusif dari penalti…

 

…dan mampu dijalankan oleh siapa pun.

 

Saya tidak bilang bahwa cara ini sungguh mudah, tapi saya yakin ini mampu dilaksanakan oleh siapa saja bila mereka mau sedikit berupaya.

 

Mari kita mulai.

 

1. Cari tahu jenis konten yang dibutuhkan untuk kata kunciyang anda pilih

 

Konten itu bukan cuma postingan, ya kan?

 

Tapi sebab postingan itu jenis konten yang paling gampang, lazimnya orang-orang senantiasa menciptakan konten dalam bentuk postingan untuk keyword apapun.

 

Ini yang ancaman.

 

Google tahu konten apa yang dibutuhkan untuk suatu keyword.

 

Kalau misalnya dalam sebuah kata kunciternyata yang dibutuhkan itu konten berupa halaman produk, video, atau tool, maka konten artikel tidak akan mampu menerima rangking 1.

 

Meskipun mutu artikelnya tinggi.

 

Ini telah dibahas lebih lanjut dalam tutorial mengetahui search intent. Kalau anda belum baca, aku sarankan baca sekarang juga.

 

Sederhananya seperti ini:

 

Contoh, keywordnya “beli laptop asus”

 

Orang yang memakai keyword tersebut pasti ingin berbelanja laptop dengan merek Asus, bukan ingin mencari postingan yang berisi bimbingan berbelanja laptop.

 

Maka ini termasuk kata kuncijenis transactional.

 

Sehingga, hasil pencarian dengan kata kuncitersebut niscaya berbentukhalaman produk dari toko online.

 

Lihat saja:

 

Hasil pencarian beli laptop asus

 

Tidak ada satupun yang berupa postingan. Hampir semuanya halaman produk atau halaman kategori dari toko online.

 

Contoh yang lain, keyword “promo tiket pesawat”

 

Ini hasil pencariannya:

 

Bukan artikel

 

Sama, tidak ada satupun yang berupa artikel.

 

Kaprikornus jika anda menciptakan postingan yang berisi promo tiket pesawat, tidak akan pernah masuk halaman 1.

 

Maka dari itu, jangan sampai salah buat konten.

 

 

 

Kalau situs web anda berupa ecommerce/toko online…

 

Tambahan 1 hal, jika anda pemilik toko online.

 

Biasanya toko online mengincar keyword-kata kuncidengan intent transactional (beli laptop, beli baju batik, dll.) mirip teladan pertama tadi.

 

Pemilik toko online umumnya ingin agar halaman produknya yang masuk ke peringkat 1.

 

Tapi ada 1 dilema:

 

Keyword transactional umumnya sudah dipenuhi oleh ecommerce dan marketplace raksasa mirip Lazada, BukaLapak, Tokopedia, Bhinneka dll.

 

Persaingan toko online

 

Saingannya berat, apalagi untuk produk yang umum.

 

Nah, jika toko online anda hanya mengincar keyword-keyword transactional maka akan sungguh sukar untuk bisa masuk ke halaman 1.

 

Apalagi jikalau anda tak ingin mengeluarkan ongkos penawaran spesial mirip para raksasa ini.

 

Maka dari itu, ini saran saya:

 

Buatlah konten yang bersifat gosip dan isinya sesuai dengan produk/jasa yang anda jual.

 

Bisa dalam bentuk artikel, video, atau konten yang lain.

 

Pokoknya agar website anda bernilai.

 

Ini alasannya konten informasi itu mampu dishare melalui social media, forum, atau blog milik orang lain, sedangkan halaman produk sangat jarang.

 

Karena website kita bernilai dan sering dishare, maka Google akan menganggap website kita reputasinya elok.

 

Setelah itu, peringkat halaman produk juga akan ikut naik.

 

Ada manfaat yang lain: konten juga bisa membantu mengembangkan pemasaran.

 

2. Pahami aspek yang menghipnotis peringkat di Google

 

Yang telah kenal dengan SEO pasti pribadi jawab: “Backlink”.

 

Memang betul, backlink memang aspek utamanya…

 

…tetapi tidak sesederhana itu.

 

Backlink memang mampu mempengaruhi peringkat website, tetapi TIDAK SEMUA backlink mampu mensugesti peringkat. Bahkan bila salah justru pengaruhnya negatif.

 

Backlink itu tidak sama semua.

 

Jenisnya berbeda-beda, kualitasnya juga berbeda-beda.

 

Sebelum itu, mari kita bahas dulu faktor-faktor apa saja yang tidak berpengaruh dan bisa memiliki dampak negatif. Supaya anda tidak salah langkah.

 

Ini yang tidak berpengaruh dan bahkan bisa berefek negatif:

 

 

    1. Menggunakan bold/italic/underline di keyword

 

    1. Menulis keyword beberapa kali di konten

 

    1. Banyak heading (H1, H2, H3,…) yang mengandung keyword

 

    1. Share konten otomatis ke social media

 

    1. Memasang backlink di komentar blog, social bookmarking, guest book, dan sejenisnya

 

    1. Membuat backlink dari web 2.0, Private Blog Network (PBN), dan blog zombie

 

 

Saya sering mendapat pertanyaan dari pembaca, keywordnya harus timbul berapa kali di 1 halaman… headingnya mesti berisi berapa keyword… harus ada berapa internal link…

 

…jangan terlalu sakit kepala dengan itu, tidak terlalu besar lengan berkuasa.

 

Mengenai backlink, jenis yang nomor 5 sekarang telah tidak berpengaruh sedangkan nomor 6 mampu berpotensi menjadikan penalti.

 

Lebih lanjut perihal backlink bisa dibaca di artikel ini.

 

Itu yang kurang anggun…sekarang mari kita bahas yang elok.

 

Keyword di URL & judul halaman

 

Ada on-page SEO, ada off-page SEO. Untuk on-page SEO (selain keyword research dan pengerjaan konten), sesungguhnya tidak banyak yang perlu kita lakukan.

 

Fokus di 2 hal ini saja.

 

Lokasi keyword di halaman website

 

Makara jikalau keyword yang anda pilih misalnya “mencar ilmu presentasi”, maka sertakan keyword tersebut di dalam judul halaman dan di URL-nya.

 

Jangan terlalu banyak buang-buang waktu di on-page SEO, terlebih bila situs web anda bentuknya sederhana (blog misalnya).

 

Backlink kontekstual dan editorial dari website dengan reputasi tinggi

 

Waduh istilahnya membuatpusing.

 

Saya tadi bilang ada banyak jenis backlink, beberapa yang tidak manis sudah disebutkan di atas.

 

Inilah jenis backlink yang bisa meningkatkan rangking website anda secara drastis. Bahkan jikalau anda cuma punya 1.

 

Pengertiannya dahulu:

 

Backlink kontekstual adalah backlink yang muncul di sebuah bab halaman situs web yang membicarakan topik tertentu. Misalnya di dalam postingan ihwal sepakbola ada link ke situs web lain, berarti link tersebut tergolong backlink kontekstual dalam topik sepakbola.

 

Backlink editorial artinya backlink yang diberikan atas kemauan si pemilik situs web sendiri. Bukan sebab imbalan (uang, tukar barang, dll.), melainkan alasannya adalah mereka benar-benar ingin merekomendasikan website/konten anda.

 

Pahami baik-baik…

 

Sederhananya, ada 1 perbedaan yang fundamental antara backlink yang manis dan yang tidak anggun:

 

Backlink yang bagus diberikan oleh orang lain atas kemauan mereka sendiri. Sedangkan backlink yang kurang elok itu yang kita buat sendiri.

 

 

 

Oh ya, anda mungkin pernah dengar kata orang yang bilang bahwa kita harus menerima puluhan atau ratusan backlink semoga bisa masuk halaman 1 Google.

 

Tidak benar.

 

Kalau backlinknya bermutu, kita mampu jadi peringkat 1 cuma dengan 1-2 backlink.

 

Artikel-postingan di PanduanIM dalam screenshot yang aku tampilkan di atas tadi rata-rata cuma menerima 5, bahkan ada yang kurang.

 

Kalau anda telah menerima ratusan backlink tapi belum masuk halaman 1, mempunyai arti backlinknya salah.

 

Faktor kepuasan pengunjung

 

Ini faktor yang penting, namun sering diabaikan.

 

Mari kita berlogika…

 

Google itu suatu bisnis, mereka punya tentangan (Bing, DuckDuckGo, dll).

 

Gimana coba caranya biar mereka bisa unggul dari saingannya? Gampang, caranya dengan menawarkan hasil pencarian yang membuat puas bagi para penggunanya.

 

Betul nggak?

 

Kalau kita selaku pengguna tidak puas dengan Google, usang-usang bakal pindah ke search engine lain.

 

Makanya Google pasti akan senantiasa berusaha supaya hasil penelusuran yang dimunculkan memuaskan buat kita, biar kita tidak beralih ke produk lain.

 

Oke, namun gimana caranya biar puas?

 

Tampilkan situs web yang tampilannya tidak menciptakan frustrasi, yang loadingnya tidak lambat, dan kalau dibuka dari mobile berikan yang mobile-friendly.

 

Dan 1 lagi yang paling penting:

 

Website yang kontennya paling berkualitas.

 

Faktor kepuasan pengunjung

 

Kalau anda kini telah punya website, bayangkan dari sudut pandang para pengunjung. Kira-kira mereka akan puas atau tidak dengan situs web anda?

 

Kalau puas, mempunyai arti manis.

 

Kalau belum, optimalkan lagi.

 

3. Buat konten yang bisa mengundang backlink (dengan 8 resep ini)

 

Tahap ini mungkin alhasil rumit, membuatribet, atau terlalu berlebihan, terlebih jikalau anda masih pemula. Tapi ketahui baik-baik, karena ini kuncinya.

 

Dari klarifikasi di atas, kita sudah sepakat bahwa backlink kontekstual & editorial itu yang terbesar efeknya.

 

Tapi coba kita berpikir ulang…

 

…kenapa sih orang-orang masih suka cari backlink dengan cara submit ke social bookmarking, guest book, komentar blog, dan teknik black hat padahal tidak anggun?

 

Ada 2 argumentasi:

 

Pertama, sebab gampang.

 

Tinggal submit eksklusif mampu backlink.

 

Padahal tidak juga. Susah, alasannya adalah pengaruhnya sungguh kecil. Makara anda harus submit ke ratusan atau ribuan website baru efeknya mulai kelihatan

 

(itu pun jika belum kena penalti).

 

Kedua, alasannya tidak ada yang hendak menunjukkan backlink.

 

Kalau anda seorang pemilik website (utamanya blogger), niscaya paham maksud aku. Tiap kali membuatpostingan, tidak ada sama sekali yang mau menunjukkan backlink.

 

Saya juga dahulu begitu…

 

Kaprikornus dibandingkan dengan backlinknya nol, mending submit ke social bookmarking, komentar blog, dll…

 

Inilah yang akan kita diskusikan sekarang.

 

Untuk itu, ada 1 hal yang harus anda ketahui dahulu:

 

 

 

Wajar kan, coba bayangkan:

 

Di suatu tempat ada seorang blogger yang tidak anda kenal. Si blogger ini membuat postingan yang biasa-umumsaja, tidak ada istimewanya…

 

…apakah anda selaku pemilik website akan rela menawarkan backlink?

 

Mustahil.

 

Ngapain juga ngasih backlink, ya kan…kontennya biasa aja…

 

Maka dari itulah kita butuh 8 resep ini.

 

8 resep ini jika kita gunakan, konten kita akan jadi hebat. Lebih manis, mempesona, berkualitas, dibandingkan dengan konten lain. Lebih istimewa.

 

Sehingga konten kita punya peluang besar untuk menerima backlink.

 

Inilah beliau:

 

Resep 1 – Topik yang bisa dijadikan referensi

 

Beberapa hari yang kemudian saya chatting dengan beberapa sahabat saya di salah satu grup, ngobrol ihwal web programming.

 

Lalu muncul istilah “front-end” dan “back-end”.

 

Kemudian ada yang tanya artinya apaan.

 

Ini kalau dijelaskan lengkap bakal panjang.

 

Karena kita lagi chatting, males kan ngetik panjang-panjang.

 

Kemudian semoga gampang, salah satu orang di grup chatting ini menaruh link ke postingan yang berisi pemahaman dan penjelasan 2 ungkapan tersebut.

 

Itu maksud dari “topik yang bisa dijadikan acuan”.

 

Artikel tersebut diusulkan karena bisa menolong untuk menerangkan ihwal suatu hal.

 

Cerita di atas memang bukan backlink, tapi kasusnya berlaku:

 

Misalkan ada blogger yang menulis postingan, beliau perlu menerangkan sesuatu yang tidak terlampau berhubungan dengan topik utamanya. Daripada menulis panjang lebar, dia bisa mengusulkan konten anda sebagai referensi.

 

Ketika diusulkan oleh orang lain, kita menerima backlink.

 

Kaprikornus, pilihlah topik yang bisa dijadikan tumpuan.

 

Resep 2 – Mengandung data/statistik yang terpercaya

 

Alex Turnbull dalam artikelnya di Buffer menyebutkan bahwa (judul) artikel yang mengandung data mendapatkan lebih banyak pembaca daripada yang tidak.

 

Bedanya sampai 42%:

 

data-headline-reuslts

 

Bagi orang-orang yang membuat konten, data mampu membuat konten mereka jadi lebih terpercaya dan lebih mempesona. Sehingga lebih banyak pembaca.

 

Nah, kalau kita menyediakan data, maka data tersebut bisa dikutip oleh orang lain.

 

Ketika data tersebut dikutip, mereka akan menunjukkan backlink.

 

(mirip yang saya kerjakan barusan untuk menawarkan data di atas)

 

Contohnya lagi, lihat postingan dari Tech in Asia ini:

 

Data pengguna social media Indonesia

 

Di dalam artikel ini, si penulisnya mengutip data jumlah pengguna social media di Indonesia (datanya berasal dari sumber lain).

 

Lihat backlinknya:

 

Jumlah backlink artikel TIA

 

Ada 28 backlink dari 13 domain.

 

Kalau dilihat, backlink-backlink ini berasal dari orang-orang yang mengutip data yang mereka cantumkan di postingan tersebut.

 

Backlink dari situs pemerintah

 

Jadi, dengan mencantumkan data kita mampu mendapatkan backlink.

 

Pertanyaannya, bagaimana cara menerima/membuat data?

 

Ini beberapa cara yang paling gampang:

 

 

    1. Lakukan survey online dengan Google Forms, sebarkan ke komunitas online

 

    1. Lakukan analisa terhadap sesuatu di dalam website/bisnis anda sendiri

 

    1. Kutip data dari situs web lain, jangan lupa sertakan sumber

 

 

Resep 3 – Kebanggaan atas identitas eksklusif

 

Untuk menerangkan tujuannya, saya akan gunakan pola.

 

Misalkan jika aku ini seorang Bonek (pendukungnya klub Persebaya), lalu aku baca postingan ini dari IDNTimes:

 

Artikel bonek 8500 share

 

Pasti bakal saya share.

 

Orang-orang yang gembira dengan identitasnya sebagai Bonek akan membagikan postingan tersebut terhadap teman-temannya ke social media.

 

Karena mereka bangga, dan mereka ingin sahabat-temannya tahu bahwa mereka gembira.

 

Itulah yang terjadi pada artikel tersebut.

 

Lihat saja jumlah share-nya…8500

 

Gila.

 

Itu karena mengapa konten yang mengandung identitas golongan atau langsung jadi sungguh populer. Karena orang-orang dengan identitas tersebut merasa besar hati dan ingin terlihat aktual.

 

Resep 4 – Lebih lengkap dibandingkan dengan lainnya

 

Lihat grafik ini:

 

Korelasi panjang artikel dan jumlah backlink

 

Gambar tersebut adalah hasil analisa dari Moz terhadap panjang postingan yang mereka terbitkan di blognya.

 

Ternyata, postingan panjang condong mendapatkan banyak backlink.

 

Logikanya seperti ini:

 

Bayangkan ada artikel A dan B, topiknya sama, gaya penulisannya sama.

 

Artikel A hanya membahas poin-poin dengan penjelasan singkat. Sedangkan postingan B menjelaskan secara detail langkah-langkahnya, disertai gambar, teladan agar terperinci dan gampang dipahami.

 

Kemudian sobat anda butuh berita tentang topik tersebut.

 

Artikel mana yang hendak anda rekomendasikan?

 

B, niscaya.

 

…itulah alasannya adalah.

 

Itu yang aku lakukan di artikel tutorial SEO yang sekarang menjadi peringkat 1 di Google. Ini bab-bagian yang ada di dalamnya:

 

Bab di panduan seo

 

Sebelum ini, belum pernah ada postingan dalam bahasa Indonesia yang membahas lengkap perihal SEO dari A-Z.

 

Kalau orang mau mencar ilmu SEO, biasanya mereka harus buka beberapa blog, forum, atau cari di situs berbahasa Inggris.

 

Maka dari itu, saya menciptakan panduan tersebut.

 

Totalnya kira-kira hampir 10.000 kata.

 

Hasilnya, sekitar 2-3 bulan lalu tutorial tersebut menempati peringkat pertama di Google.

 

Resep 5 – Isinya mampu eksklusif dipraktekkan

 

Coba kita uji kenangan…

 

…apa isi info di koran yang kemarin anda baca?

 

Sebagian orang yang aku tanyakan pertanyaan ini biasanya sudah lupa, sebagiannya lagi baru ingat setelah beberapa detik/menit.

 

Kenapa mampu lupa?

 

Karena sebagian besar postingan di koran itu tidak membawa dampak apapun ke dalam hidup kita. Meskipun isinya bagus, namun tidak mempunyai dampak yang berarti.

 

Makanya dalam sehari juga telah lupa.

 

Sekarang bayangkan konten di website anda mirip contoh tadi.

 

Kalau para pengunjung situs web telah lupa dengan website anda, mereka tidak akan mampu menganjurkan situs web anda.

 

Beda dengan kasus berikut:

 

Akhir tahun 2014, saya tidak sengaja ketemu video yang mengajarkan cara cepat untuk mengikat tali sepatu.

 

Ini videonya:

 

 

Lalu saya coba ikuti panduannya, ternyata memang lebih cepat daripada cara yang aku lakukan selama ini.

 

Sejak menonton video tersebut hingga sekarang, cara saya mengikat tali sepatu berganti jadi persis seperti yang diajarkan.

 

Ini pola “konten yang mampu diterapkan”.

 

Kalau konten anda mampu eksklusif dipraktekkan oleh hadirin, mereka akan selalu ingat dengan situs web anda.

 

Seperti video di atas, telah nyaris 2 tahun tetapi masih saya ingat.

 

Resep 6 – Membangun korelasi nyata dengan pemilik situs web lain

 

Bayangkan perkara ini:

 

Ada 2 orang yang butuh perlindungan dari anda. Kondisi permintaannya sama persis. Bedanya, yang satu dari sobat baik anda, yang satunya orang tidak dikenal.

 

Anda cuma boleh menolong 1 orang.

 

Yang mana yang akan anda bantu?

 

Wajarnya sih sahabat sendiri…

 

Kita selaku insan condong lebih rela untuk membantu orang yang kita kenal baik, meskipun permintaannya lebih berat.

 

Ini juga berlaku untuk backlink.

 

Kita ingin menerima backlink dari pemilik website lain, ya kan?

 

Maka anda mesti menjalin kekerabatan nyata dengan mereka. Kalau mereka kenal dengan anda, maka mereka akan lebih mau untuk memperlihatkan backlink.

 

Caranya? Kita mulai dari konten kita sendiri.

 

Yaitu dengan memperlihatkan backlink duluan melalui konten anda ke konten mereka.

 

Ini misalnya:

 

Link ke dapur uang

 

Di artikel tersebut aku ingin semoga pembaca paham cara menciptakan toko online dengan WordPress.

 

Karena itu, aku menganjurkan postingan dari Dapur Uang sebab isinya yang paling lengkap dibandingkan yang lainnya.

 

Tidak lama lalu Mas Eka Juan, pemiliknya Dapur Uang, memasang link ke situs web saya juga:

 

Backlink dari dapur uang

 

Resep 7 – Memiliki aset bernilai

 

Semua website kejar-kejaran membuatpostingan.

 

Akibatnya, orang-orang sudah bosan dengan sekedar artikel. Lihat saja di timeline Facebook dan Twitter, link postingan semua.

 

Artikel itu sifatnya “lemah”.

 

Kalau konten anda cuma berupa postingan, cuma aksara tanpa yang lainnya, maka konten anda lemah. Terutama alasannya tidak menarik dan telah terlalu biasa .

 

Karena itulah sebaiknya postingan selalu ditunjang aset yang lebih bernilai.

 

Ini yang aku maksud:

 

 

    1. Gambar, foto, infografis

 

    1. Video

 

    1. Tool, software, app

 

    1. Data/statistik (telah dibahas tadi)

 

    1. File PDF: ebook, checklist, dll.

 

    1. Template, plugin

 

 

Semuanya memang lebih sukar dibuat dibandingkan sekedar artikel, namun kesudahannya juga akan jauh lebih tinggi.

 

Dari daftar di atas, berdasarkan saya yang paling mudah dibentuk itu nomor 1 dan 5.

 

Menurut Neil Patel dari Quicksprout, konten infografis rata-rata menerima 37.5% backlink lebih banyak daripada artikel biasa.

 

Bahkan sekedar foto jepretan sendiri pun lebih baik.

 

Lihat screenshot berikut:

 

Link foto tempat wisata

 

Blogger-blogger Indonesia suka memakai gambar yang diambil dari situs web lain. Nah, saat gambar ini dipakai maka mereka akan mencantumkan sumbernya.

 

Ketika gambar anda digunakan, anda menerima backlink.

 

Contoh lainnya, template (misalnya template blog).

 

Mas Sugeng dari Sugeng.id sering bagi-bagi template gratis lewat blognya. Hasilnya, banyak yang memberikan backlink ke blognya.

 

Ini diurutkan menurut jumlah backlink:

 

Halaman paling banyak mendapatkan backlink di Sugeng-id

 

Lihat angka di atas, 3 dari 5 halaman yang menerima backlink terbanyak berasal dari halaman download template.

 

Maka dari itu, sediakan “aset” di konten anda.

 

Resep 8 – Memicu kontroversi

 

Kontroversi yang saya maksud di sini bukan bermakna membuat postingan yang berisi cerita palsu, cari ribut, atau yang menyebar kebencian.

 

Kontroversi itu maksudnya begini:

 

Misalnya dalam suatu topik ada 2 segi atau lebih. Kita selaku pembuat konten memilih dan mendukung satu sisi.

 

Seperti dalam SEO, ada desain black hat dan white hat. Dalam blog ini termasuk di postingan ini saya bangkit di segi white hat, bukan black hat. Maka dari itu para praktisi black hat SEO kadang tidak suka dengan beberapa konten di blog ini.

 

Kaprikornus ada 2 pihak yang bertentangan dikala membaca konten anda.

 

Saat konten kita dishare, kedua segi ini akan saling berdiskusi dan berdebat antara oke-tidak oke

 

Sehingga akan menarik minatbanyak orang.

 

Contohnya dalam postingan mendapatkan duit dari blog ini.

 

Jumlah share artikel blogging

 

Jumlah share-nya lumayan banyak.

 

Di dalam artikel itu saya menyebutkan bahwa blogger mestinya menghindari menggunakan AdSense selaku sumber pendapatan.

 

Lantas artikel tersebut di-share ke komunitas AdSense.

 

Akibatnya, orang-orang di dalam grup jadi banyak yang mengomentari.

 

Ada yang nyata, ada yang negatif.

 

Beberapa orang yang setuju dengan pernyataan aku kemudian menganjurkan artikel tersebut lewat blognya.

 

Sehingga postingan tersebut masuk ke halaman 1 Google:

 

Peringkat 4 cara mendapatkan uang dari blog

 

Padahal tidak pernah aku carikan backlink.

 

Perhatikan beberapa hal ini ketika membuat konten kontroversi:

 

 

    • Topik dan isinya harus faktual bagi satu pihak

 

    • Jangan omong kosong, justru akan merusak reputasi anda sendiri

 

    • Semua pernyataan yang anda buat harus masuk logika dan mampu dibuktikan

 

 

Intinya, konten anda bukan sekedar cari ribut.

 

Harus ada golongan yang oke dengan cara berpikir anda.

 

Misalnya jikalau anda menciptakan artikel yang berisi kekecewaan terhadap suatu produk, isinya harus betul-betul terjadi. Bukan hanya omong kosong.

 

Itulah 8 resep membuat konten yang bisa memanggil backlink.

 

Tidak semuanya mesti disertakan dalam suatu konten, namun bertambah banyak kian bagus.

 

Selain 8 hal tersebut, ada 1 lagi yang wajib:

 

4. Buat konten dengan mutu lebih tinggi daripada yang ada di halaman 1 Google

 

Misalkan aku ingin belajar main gitar.

 

Lalu saya cari tutorialnya di Google.

 

Ternyata di peringkat 1 ada bimbingan yang lengkap, gampang diketahui, dilengkapi gambar, video, dan materi latihan. Ini bimbingan terbaik yang ada sekarang.

 

Kemudian ada seorang blogger yang mengincar kata kunciitu juga.

 

Dia buat 1 postingan, judulnya “Cara Belajar Main Gitar”.

 

Di dalam artikel ini hanya ada kiat-tips singkat, tanpa tutorial, tanpa gambar, tanpa video. Hanya ada goresan pena sepanjang 500 kata.

 

Kalau anda pernah belajar gitar, pasti tahu bahwa 500 kata sangat tidak cukup untuk menerangkan cara bermain gitar.

 

Nah, pertanyaannya:

 

Secara akal, apakah mungkin artikel 500 kata buatan si blogger ini mengalahkan konten yang telah ada di halaman 1 tadi?

 

Hampir tidak mungkin…

 

…kecuali jika entah bagaimana caranya dia bisa memanipulasi Google.

 

Konten yang lengkap tadi pasti lebih banyak disarankan, lebih banyak mendapatkan backlink, dan lebih disukai oleh orang banyak.

 

Inilah mengapa mutu itu yang nomor 1.

 

Di atas tadi kita telah lihat ada 8 resep untuk menerima backlink. Kalau konten yang anda buat tidak lebih bermutu dibandingkan dengan yang telah ada kini, semua resepnya tidak berguna.

 

Sekarang kita akan berguru bagaimana membuat konten bermutu.

 

Caranya?

 

Dengan sistem KTP.

 

Secara singkat, inilah 3 langkah yang hendak anda kerjakan untuk menciptakan konten berdasarkan tata cara tersebut:

 

 

    1. Kumpulkan artikel-artikel terbaik dalam topik yang serupa

 

    1. Tingkatkan isinya biar artikel kita jadi yang terbaik

 

    1. Promosikan ke orang yang sempurna (dibahas dalam poin 5 di bawah)

 

 

Sekarang akan kita bahas nomor 1 dan 2 dulu.

 

Supaya lebih gampang dimengerti, aku akan memakai bimbingan SEO dari PanduanIM sebagai studi masalah. Artikel ini ada di peringkat 1 untuk kata kunci “berguru seo”

 

Studi masalah: proses pembuatan postingan tutorial SEO

 

Kita analisa dahulu keyword utamanya: “belajar seo”.

 

Yang terperinci, orang yang melaksanakan penelusuran dengan kata kunciini pasti ingin belajar, bukan membeli kursus atau jasa SEO.

 

Keyword ini butuh konten berupa bimbingan, bisa berupa artikel, ebook, atau video. Saya pilih yang paling mudah dibentuk, adalah postingan.

 

Langkah 1 – Mengumpulkan postingan-postingan dalam topik yang sama

 

Ini tahapan wajib. Meskipun anda sudah paham dengan apa yang akan anda tulis, tetapi anda tetap perlu mencari postingan-artikel lain dalam topik yang sama.

 

Tujuannya:

 

 

    1. Supaya tahu materi apa saja yang perlu dibahas

 

    1. Supaya tahu seberapa mutu konten yang ada di halaman 1, agar kita mampu membuat yang lebih baik lagi

 

 

Karena itu saya cari di Google dengan keyword “belajar seo”.

 

Kemudian semua website di halaman pertama saya catat di Google Sheets (bisa juga di Excel), beserta keterangannya.

 

Ini catatannya:

 

Ringkasan hasil pencarian belajar SEO

 

Hasilnya kurang memuaskan.

 

Belum ada tutorial yang betul-betul teratur dari dasar sampai tuntas.

 

Kalau saya ini seseorang yang ingin belajar SEO, maka kelima website tersebut sepertinya tidak akan bisa menciptakan saya jadi benar-benar paham.

 

Artinya:

 

 

    1. Peluang untuk menjadi peringkat 1 terbuka lebar, karena aku yakin bisa membuat konten yang lebih baik

 

    1. Artikel-artikel di hasil penelusuran tadi tidak bisa dijadikan persyaratan

 

 

Karena itu, saya beralih ke keyword Inggris “seo guide”.

 

Jauh lebih bagus:

 

Ringkasan hasil pencarian SEO guide

 

Kelima konten ini yang aku jadikan tolak ukur.

 

Terutama 2 postingan dari Moz dan QuickSprout yang sekarang memang sering dijadikan daerah nasehat untuk mulai berguru SEO.

 

Dalam tahap ini, bayangkan anda yang ingin mencar ilmu…

 

…dengan demikian anda bisa tahu apa kekurangan dan keunggulan dari masing-masing konten.

 

Langkah 2 – Buat struktur konten yang lebih bagus lagi

 

Setelah membaca-baca aneka macam bimbingan SEO dalam 2 bahasa ini, saya bisa tahu seperti apa yang manis dan mirip apa yang kurang anggun.

 

Saya juga bisa tahu bahan apa yang semestinya dibahas dan tidak dibahas.

 

Setelah itu, disusunlah strukturnya:

 

Struktur artikel belajar SEO

 

Supaya kualitasnya lebih elok, maka aku buat semoga:

 

 

    1. Materinya lebih lengkap dibandingkan dengan lainnya dalam B. Indonesia

 

    1. Bisa eksklusif dipraktekkan oleh pembaca

 

    1. Formatnya lebih yummy untuk dibaca

 

    1. Ada aset berupa file PDF yang bisa didownload

 

 

Dari 8 resep di atas, 3 di antaranya ditambahkan dalam tutorial SEO yang saya buat.

 

Itu sebabnya artikel ini mampu menjadi peringkat 1.

 

Hati-hati dalam tahap ini:

 

Kalau anda menciptakan postingan berbahasa Indonesia dan memakai postingan Inggris selaku patokannya (mirip yang saya kerjakan tadi), JANGAN menciptakan postingan terjemahan.

 

Selalu buat konten yang berlawanan dan lebih baik.

 

Kalau anda langsung menerjemahkan dari Bahasa Inggris, tidak akan mampu masuk ke halaman 1 sebab kemungkinan besar sudah ada orang lain yang menerjemahkan juga.

 

Akan dianggap sebagai duplicate content.

 

Tips untuk situs web ecommerce

 

Tadi sudah saya jelaskan apa yang mesti dilaksanakan oleh situs web ecommerce; membuat konten berita, supaya websitenya bernilai bagi pengunjung.

 

Ada 1 hal lagi:

 

Buat semoga halaman produk anda lebih elok dibandingkan dengan website lain.

 

Misalnya sediakan foto yang bagus, penjelasan produk yang mempesona (bukan asal copy-paste), tampilkan review dari pembeli, dan berikan “aset” berbentukkupon diskon.

 

Intinya buat mereka lebih puas dikala berkunjung.

 

5. Promosikan konten sampai masuk ke halaman 1

 

Saya tekankan kata sampai.

 

Ini sekilas percakapan yang betul terjadi di Facebook antara saya (D) dengan seorang pembaca (P):

 

P: Mas Darmawan, saya telah buat konten berkualitas sesuai yang diajarkan di PanduanIM, tapi sudah sebulan lebih kok belum masuk halaman 1 juga?

 

D: Apa kontennya sudah dipromosikan?

 

P: Sudah mas

 

D: Gimana cara promosinya?

 

P: Saya post di Facebook, Twitter, Google+

 

D: Itu aja?

 

P: Iya baru itu aja

 

Pertanyaan-jawaban semacam ini sering saya terima melalui Facebook atau email dari pembaca.

 

Ada yang tau salahnya dimana?

 

TERLALU singkat!

 

Promosi konten itu bukan pekerjaan sekali jalan…

 

Semakin tinggi persaingannya, mestinya proses promosi konten makin panjang. Bahkan bila perlu sampai berbulan-bulan.

 

Sampai targetnya tercapai, halaman 1.

 

(tapi nggak harus tiap hari…asal jangan ditelantarkan)

 

Sebagai acuan, salah satu postingan di PanduanIM ini memakan waktu 3 bulan sejak dibuat hingga masuk ke halaman 1 Google:

 

Rangking konten peluang usaha

 

Sejak diterbitkan hingga masuk ke halaman 1, selama 3 bulan promosinya terus dijalankan secara berkala .

 

Saya tidak akan membahas semua teknik distribusi konten di dalam bimbingan ini, alasannya adalah bakal jadi terlalu panjang…

 

…alasannya itu, silahkan menuju 3 panduan berikut:

 

 

    1. 13 teknik penawaran khusus konten (jangan dilewati konsepnya)

 

    1. Studi perkara: memajukan pengunjung blog hingga 419%

 

    1. 14+7 cara menerima backlink bermutu

 

 

Ketiga postingan tersebut wajib dipahami kalau anda ingin menjadi peringkat 1 di Google.

 

Tapi jangan baca sekaligus semuanya, pada umumnya.

 

Karena artikel ini berbentukstudi perkara, aku akan membicarakan teknik-teknik mana yang paling efektif ketika aku gunakan di PanduanIM:

 

Membuat komunitas sendiri di social media

 

Waktu PanduanIM masih gres, sekitar 2-3 bulan pertama, saya coba-coba membuatkomunitas sendiri di Facebook.

 

Ternyata jadinya luar biasa.

 

Grup Facebook ini waktu pertama kali dibentuk mampu mendapatkan 2000 anggota lebih dalam 1-2 hari.

 

Ini yang aku lakukan:

 

 

    1. Buat grup di Facebook

 

    1. Cari grup lain yang aktif dalam topik yang serupa

 

    1. Buat konten dalam bentuk file (PDF, video, dll.)

 

    1. Post konten tersebut di grup anda sendiri

 

    1. Beritahukan konten tersebut ke grup lain, ajak mereka bergabung ke grup anda untuk mendownload kontennya

 

 

Ini lokasi hidangan untuk menciptakan grup, bagi yang belum pernah:

 

Cara membuat grup FB

 

Kalau audiens anda bukan pengguna Facebook, alternatifnya yaitu Google+, BBM, Line@, Instagram, dll.

 

Bisa juga coba lebih dari 1 jikalau anda punya banyak waktu.

 

Di grup yang saya buat, setiap kali mem-posting link gres maka ada sekitar 300-500 hadirin ke website ini.

 

Lumayan kan?

 

 

Semakin banyak pengunjungnya, kian tinggi juga potensi kita mendapatkan  backlink.

 

Membuat expert roundup

 

Teknik ini sungguh populer di luar negeri, tetapi masih sungguh jarang digunakan di Indonesia.

 

Expert roundup itu postingan yang isinya kumpulan opini atau tips terhadap sebuah topik dari para ahli di bidangnya.

 

Contohnya ini:

 

Strategi blogging roundup

 

Konten seperti ini nyaris selalu mendapatkan banyak share dan backlink.

 

Alasannya alasannya adalah para spesialis yang kita sertakan di dalamnya akan ikut mempromosikan konten tersebut.

 

Dalam berjam-jam sesudah diterbitkan, trafficnya langsung meledak:

 

Pengunjung meningkat drastis

 

Tidak banyak yang hendak menggunakan teknik ini sebab mereka malu atau takut untuk mewawancara para ahli.

 

Padahal sebenarnya tidak susah, tinggal kirim email.

 

Guest blogging di blog yang terkenal

 

Ini cara yang menurut aku paling mudah.

 

Bayangkan, dengan numpang nulis di blog orang lain yang sudah populer, artinya kita akan mendapatkan:

 

 

    1. Pengunjung dari mereka

 

    1. Backlink yang bermutu

 

 

Tanpa biaya, tanpa repot.

 

Beberapa hari sesudah menerbitkan guest post, efeknya bisa pribadi terlihat:

 

Ratusan hadirin dalam sehari…

 

Hasil guest blogging dari 1 post

 

Dan halaman 1 dalam 7 hari:

 

Peringkat hasil guest blogging

 

Tapi hati-hati…

 

Karena guest blogging itu gampang dimanipulasi, Google mengeluarkan peringatan terhadap guest blogging yang dikerjakan asal-asalan.

 

Ini kutipan dari Matt Cutts waktu beliau masih di Google:

 

Guest blogging is done; it’s just gotten too spammy. In general I wouldn’t recommend accepting a guest blog post unless you are willing to vouch for someone personally or know them well. Likewise, I wouldn’t recommend relying on guest posting, guest blogging sites, or guest blogging SEO as a linkbuilding strategy.

 

Intinya, sekarang ini banyak yang melakukan guest blogging secara massal…sehingga dianggap spam.

 

Maka dari itu, amati hal-hal berikut sebelum melaksanakan guest blogging:

 

 

    1. Pilih blog yang reputasinya anggun (caranya? lihat sendiri dengan mata telanjang, tidak sukar)

 

    1. Jangan menawarkan uang atau imbalan yang lain

 

    1. Jangan gunakan jasa guest blogging

 

    1. Buat konten yang berkualitas untuk guest post anda

 

    1. Jangan lakukan guest blogging di banyak blog sekaligus

 

 

Sama seperti faktor SEO yang lain, kualitas lebih penting ketimbang kuantitas.

 

Kalau dilaksanakan dengan tepat, tidak perlu khawatir dengan resiko penalti. Banyak perusahaan startup maupun perusahaan besar yang melakukan guest blogging selaku bagian dari strategi pemasarannya.

 

Bingung mulai dari mana? Lakukan ini

 

Itulah semua strateginya.

 

Sesulit apapun persaingannya, anda pasti bisa masuk ke halaman 1 kalau semua strategi di atas dijalankan dengan tepat.

 

Sekarang kita simpulkan seluruhnya jadi satu.

 

Sebetulnya postingan ini tadinya mau dibuat singkat, tapi entah kenapa jadi panjang alasannya adalah banyak juga desain yang perlu dibahas.

 

Secara sederhana, ini urutan kerjanya:

 

Langkah 1: Tentukan 1 topik konten atau keyword yang ingin anda incar untuk menerima peringkat 1. Cari tahu konten jenis apa yang terbaik untuk kata kuncitersebut.

 

Langkah 2: Catat 5 konten teratas di halaman 1 Google, tulis poin/bahan apa yang ada di dalam konten tersebut. Catat juga kelemahan-kelebihannya.

 

Langkah 3: Rencanakan konten anda sendiri, materinya harus lebih berkualitas.

 

Langkah 4: Pilih beberapa dari 8 resep yang mampu dipakai dalam konten tersebut untuk menerima backlink.

 

Langkah 5: Buat kontennya. Jangan buru-buru, konten yang manis menyantap waktu lebih dari 1-2 hari. Pastikan konten ini jadi yang terbaik ketimbang yang sudah ada.

 

Langkah 6: Rencanakan promosinya. Buat daftar website untuk guest post, cari komunitas yang sempurna, dll.

 

Langkah 7: Lakukan penawaran khusus secara berkala (seminggu sekali, seminggu 2 kali, terserah anda) hingga targetnya tercapai

 

Terakhir, jika ada yang ingin ditanyakan seputar panduan ini, atau kalau anda sudah punya bayangan konten yang ingin dibentuk, silahkan tulis di komentar. Kita bahas bersama.