Jangan Buang Waktu Anda Untuk Melakukan 7 Teknik Seo Yang Kadaluarsa Ini

SEO itu senantiasa berevolusi dari tahun ke tahun dan sesuai dengan teori evolusi, yang tidak bisa mengikuti keadaan akan segera tereliminasi.

Kalau dahulu mungkin kita masih bisa mempermainkan sistemnya. Tapi sekarang sebab algoritma yang terus-menerus diperbaharui, celah-celah kian sempit. “Trik” yang dahulu ampuh pun sekarang jadi kadaluarsa. Apa saja trik-trik itu?

Pernah dengar menyerupai asumsi yang seperti gelas penuh? Gelas yang penuh tidak mampu menerima air yang fresh alasannya adalah masih penuh dengan air yang usang. Kira-kira maksudnya anggapan yang telah dipenuhi dengan teladan pikir usang lazimnya menolak contoh pikir baru.

Untuk anda yang gelasnya penuh, sebelum membaca artikel ini silahkan kosongkan dulu gelas anda.

1. Keyword density pada konten

Dulu, bila kita ingin mengoptimasi artikel degan keyword “cara menurunkan berat badan” kita akan pakai keyword ini di judul, URL, meta-description, kalimat pertama artikel, kalimat terakhir artikel, dan diulang beberapa kali di tubuh artikel.

Walaupun kalimatnya tidak lezat dibaca, tidak persoalan, asalkan keyword density tembus sekian persen, begitu kan?

Tapi sekarang yang mirip justru ancaman alasannya malah dianggal spamming oleh mesin pencari. Sekarang ini mesin pencari besar sudah bisa “membaca” postingan.

Sejak Google memakai metode LSI (Latent Semantic Indexing), postingan yang dioptimasi dengan keyword density sudah kalah dengan postingan yang ditulis secara natural.

Solusi: daripada kecapekan-kelelahan mengkalkulasikan kata kuncidensity, lebih baik sekarang ikuti petunjuk ini dalam menulis konten (diterjemahkan dengan pembiasaan dari SearchEngineJournal.com) :

  1. Kalau judul halaman anda Belajar Bermain Tenis, pastikan artikelnya tentang tenis
  2. Jangan memakai kata kunciberlebihan dalam konten karena akan terlihat mirip menumpuk keyword dan anda akan dicap buruk oleh mesin penelusuran
  3. Jangan gunakan software article spinner, karenanya tidak terbaca
  4. Kalau anda memakai layanan penulis postingan, pilih yang berkualitas
  5. Cek Google Webmaster Tools untuk menyaksikan situs web anda terrangking dengan kata kunciapa

2. Satu website konsentrasi satu keyword

Sekitar tahun 2010-2012, Micro Niche Site (MNS) dan Exact Match Domain (EMD) merajalela.

Saya juga dahulu salah satu yang ikut menikmati balasannya karena waktu itu memang mudah sekali untuk menerima uang dari MNS dengan EMD.

Buat yang belum pernah dengar 2 perumpamaan tadi, MNS ialah website mikro yang hanya fokus di 1 keyword misalnya “cara menyembuhkan ambeien”. EMD artinya kita menggunakan nama domain yang sama persis dengan keyword, jadi untuk kata kuncitadi domainnya adalah caramenyembuhkanambeien.com/net/org.

Disebut mikro sebab cuma isinya sedikit, sekitar 5 artikel biasanya telah cukup.

MNS kini telah sungguh jarang, kecuali untuk keyword yang persaingannya sangat rendah. Alasannya karena Google paham jikalau situs web mirip ini minim informasi. Selain juga alasannya adalah LSI yang aku sebutkan tadi.

Solusi: jangan lagi membuat situs web yang cuma konsentrasi di 1 keyword tetapi di banyak kata kuncidalam 1 niche. Misalkan untuk topik ambeien tadi maka di dalamnya anda mampu membuat konten dengan banyak sekali topik turunan misalkan cara menyembuhkan, penyebab, tanda-tanda, dan lain-lain.

Dengan demikian, situs web kita jadi kaya dengan isu.

3. Banyak halaman banyak pengunjung

Yang satu ini kira-kira mirip dengan kesalahan persepsi antik di masyarakat Indonesia yang menganggap “banyak anak banyak rejeki”.

Banyak anak itu bukannya tidak boleh, tetapi jika punya banyak anak merawatnya sukar karena butuh banyak usaha supaya bawah umur ini bisa menjadi orang yang berkualitas. Kalau salah merawat justru hidup kita bakal sukar.

Kembali ke topik. Banyak pemilik blog yang berlomba-lomba membuat banyak artikel agar halamannya banyak alasannya adalah percaya pandangan tadi.

Memang tidak salah namun menciptakan banyak postingan itu memerlukan perjuangan. Kebanyakan dari kita memilih jalan pintas dengan cara menciptakan konten yang tidak berbobot atau memakai jasa penulis postingan yang juga tidak berbobot (biar murah).

Solusi: yang menghipnotis mutu situs web itu bukan banyaknya halaman namun kualitas dari masing-masing halaman.

Kalau kita lihat website-situs web di halaman 1 Google memang lebih banyak didominasi isinya situs web yang banyak halamannya. Tapi sesungguhnya yang menentukan bukan jumlah halamannya tapi mutu halamannya dan hubungannya.

4. Banyak aksara banyak pengunjung

Ini juga pandangan yang ketinggalan jaman. Yang memilih mutu konten bukan dari jumlah hurufnya tetapi dari isinya.

Lagi-lagi sebab Google dan mesin telusur lain telah menggunakan LSI maka mereka bisa mengenali bobot dari artikel kita.

Biasanya ini kejadiannya jika kita memakai jasa penulis postingan, karena mereka dibayar per sekian ratus kata makanya mereka berupaya bagaimanapun caranya agar artikelnya mampu dibayar mahal dengan

Karena aku juga pernah sering pakai jasa penulis artikel, jadi aku tahu betul seperti apa kualitas sebagian besar penulis artikel blog yang kita temui sekarang.

Solusi: untuk anda yang menulis konten sendiri, jangan terlalu terkonsentrasi dengan jumlah huruf. Fokus pada proses pembuatan konten semoga berbobot. Jangan gunakan kalimat yang bertele-tele.

Sedangkan buat anda yang menggunakan jasa penulis, tentukan kualitas dari si penulis. Saat membuka lamaran, minta contoh goresan pena-goresan pena yang telah pernah dipublikasikan supaya kita mampu lihat kualitasnya.

5. Terlalu konsentrasi dengan kuantitas backlink

Teknik SEO yang sungguh populer sebelum kehadiran Google Penguin, membuat backlink sebanyak mungkin.

Sejak kehadiran Penguin, Google telah mampu membaca mutu backlink kita. Sehingga jumlah tidak penting lagi, yang penting kualitasnya.

Membuat backlink dengan jumlah banyak sangat-sangat mudah, apalagi dengan adanya acara bot yang bisa membuat backlink dari banyak sekali situs web dengan otomatis. Ditambah banyaknya jasa backlink yang prospektif ribuan backlink dengan biaya rendah.

Solusi: backlink yang dianggap penting oleh mesin telusur adalah backlink yang berkaitan dan berasal dari website yang juga berkualitas.

Karena itu, jangan menbangun terlalu banyak backlink dari situs web-website sampah. Apalagi memakai jasa backlink yang berkualitas rendah.

Dapatkan backlink secara natural dan bangkit backlink yang berkualitas. Ikuti bimbingan link building ini.

6. Terlalu bergantung dengan peringkat di Google

Untuk menerangkan poin #6, coba amati gambar di bawah.

private-results

Ini ialah fitur Google Personalized Search dalam menampilkan hasil pencarian. Default-nya, hasil yang diperlihatkan untuk kita adalah yang private results.

Sejak adanya fitur ini, hasil pencarian di masing-masing komputer tiap orang berlainan-beda alasannya adalah dipengaruhi faktor seperti cookies dan Google Plus. Hasil pencarian yang muncul di komputer saya mampu berlainan total dengan yang timbul di komputer anda.

Yang sering terjadi akhir fitur ini ialah website milik kita sendiri muncul di peringkat 1 ketika kita coba menganalisa rangking dengan keyword tertentu di komputer kita. Padahal di komputer orang lain, situs web kita tidak muncul sama sekali.

Solusi: menyaksikan rangking memang kadang masih diharapkan, namun yang lebih penting yaitu menyaksikan statistik website kita di Google Analytics atau tool sejenis lainnya.

Jangan terobsesi dengan rangking di hasil pencarian Google. Walaupun anda telah ada di peringkat 1 jangan puas dulu.

7. Mengandalkan segi teknikal

Kalau kita lihat pergantian yang terjadi dalam beberapa tahun ke belakang, Google ingin merubah sifat SEO dari teknikal menjadi marketing atau penjualan.

Dulu yang dibutuhkan untuk mengoptimasi website yaitu keyword, URL, judul, backlink. Tapi sekarang, yang lebih penting adalah bagaimana menciptakan konten yang bagus dan memasarkannya.

Solusi: prioritaskan penjualan website anda, bukan sisi teknikalnya (keyword, URL, backlink, dll). Kalau kita lihat jenis-jenis backlink yang dikala ini dianggap bermutu oleh Google yakni backlink yang didapat dengan cara menjual website kita terhadap orang lain.

Social media pun harus kita akui menjadi sangat penting meskipun mungkin tidak besar lengan berkuasa eksklusif kepada SEO.