Lakukan Analisa Konten Situs Web Kepada 5 Hal Ini Dengan Data Dari Google Analytics

Setelah membuat dan mendistribusikan konten, bagaimana cara anda untuk mengetahui apakah konten tersebut telah membuat puas pembaca dan menunjukkan anda hasil faktual?

Sebagian besar content marketer pemula tidak acuh dengan hal ini.

Sehingga mereka terus-menciptakan konten yang tidak memberikan hasil kasatmata. Artinya, waktu dan ongkos anda akan terbuang percuma.

Inilah pentingnya evaluasi konten.

Dengan menggunakan data yang aktual, anda bisa mengolahnya menjadi langkah-langkah yang mampu segera anda kerjakan untuk meningkatkan traffic, konversi, maupun pemasaran.

Persiapan sebelum mengawali

Untuk menerima data-data dari situs web dan konten, ada beberapa alat bantu yang mampu gunakan. Salah satunya yang terbaik dan gratis yakni Google Analytics.

Ini tool “wajib” bagi online marketer, pastikan telah anda pasang.

Kalau belum, baca bimbingan resmi dari Google untuk memasang Analytics di website anda.

Bagi pengguna WordPress, anda bisa memakai plugin Google Analyics by Yoast ini untuk mempermudah prosesnya.

Ketika baru memasang, data anda masih kosong. Kaprikornus mungkin anda butuh 3-5 hari untuk menghimpun data sebelum bisa melakukan evaluasi dalam bimbingan ini.

Apa yang hendak anda pelajari di sini?

Google Analytics akan menolong kita mengumpulkan data berbentukangka dan persentase.

Tapi ini saja belum cukup.

Dengan menyaksikan angka kita tidak akan tahu apa yang mesti dilaksanakan. Tugas kita ialah menerjemahkan data ini menjadi sesuatu yang mampu ditindaklanjuti.

Itulah yang akan kita pelajari.

Data-Information-Knowledge-Decisions

Fungsi dari Google Analytics lebih dari sekedar menganalisa konten, tetapi dalam tutorial ini yang kita hanya akan membahas satu bidang ini.

1. Konten yang terkenal (dan yang tidak)

Ini yaitu informasi paling mendasar yang mesti anda pahami. Tapi jangan hanya dengan perkiraan melainkan berdasarkan Analytics yang sudah kita pasang tadi.

Caranya dengan menuju ke menu Behavior > Site Content > All Pages.

Konten populer

(Untuk anda yang memakai Bahasa Indonesia silahkan menyesuaikan)

Setelah ini akan ditampilkan urutan konten anda yang mendapat paling banyak kunjungan.

Daftar konten terpopuler

Apa yang mampu dilaksanakan?

Pertama untuk menciptakan penyusunan rencana konten. Dalam data dari situs web PanduanIM ternyata ada 3 dari 10 konten terkenal perihal SEO, 2 content marketing, dan 2 blogging.

Kaprikornus kita mampu menyaksikan apa yang disenangi oleh pembaca.

Dari ini maka aku bisa memutuskan kedepannya konten dengan topik tersebut akan diperbanyak.

Kedua, untuk memajukan penjualan, pendaftaran, dan sejenisnya.

Anda mampu mengedit konten terkenal dan menyertakan bagian penjualan produk/layanan.

Misalnya jika aku menyediakan jasa SEO, maka di konten SEO toko online ini aku bisa memperlihatkan jasa yang lebih spesifik ialah jasa SEO untuk toko online.

Dengan melakukan ini maka jumlah penjualan akan meningkat.

2. Konten mana yang menciptakan hadirin pergi

Alasan terbesar seseorang pergi dari website anda adalah karena mereka tidak puas dengan isinya.

Makara dalam tahap ini kita akan menyaksikan konten mana yang isinya kurang manis.

Ada 2 indikasinya:

  • Avg. time on page rendah
  • Bounce rate dan/atau Exit tinggi

Lokasi data-data ini masih di tempat yang serupa dengan nomor 1 tadi.

Faktor kepuasan pengunjung

Konten yang populer pun belum tentu membuat puas, sebab walaupun Pageviews-nya tinggi namun mampu saja faktor-aspek kepuasannya memberikan angka yang mengecewakan.

Dari 2 indikator di atas, konten yang mengecewakan umumnya menyanggupi keduanya.

Kalau dilihat dari gambar di atas, halaman /seo-toko-online/ memiliki Bounce Rate di atas rata-rata tetapi Avg. time on site juga di atas rata-rata.

Makara konten ini masih terhitung memuaskan.

Sedangkan halaman /bimbingan/ mempunyai Avg. time on page rendah tetapi Bounce Rate juga rendah.

Ini alasannya halaman tersebut cuma berupa daftar isi, jadi wajar jika hadirin cuma menghabiskan sedikit waktu.

Apa yang mesti dijalankan untuk memperbaiki konten?

Kalau anda menemukan konten yang tidak memuaskan menurut data, peran utama anda yaitu melakukan perbaikan.

Konten-konten ini mirip virus penyakit.

Agar situs web anda bermutu, maka semua kontennya juga mesti berkualitas. Keberadaan konten yang tidak memuaskan ini akan menurunkan kualitas website anda secara keseluruhan.

Maka dari itu secepatnya lakukan perbaikan.

Caranya:

  1. Tingkatkan bobotnya dan materinya (baca Metode KTP)
  2. Perbaiki struktur internal link (baca bimbingan struktur internal link)

Setelah melaksanakan perbaikan, tunggu sekitar sepekan untuk menghimpun data. Kemudian lakukan perbandingan antara sebelum dan sesudah.

Misalnya anda melakukan pergeseran tanggal 19 April pagi:

Perbandingan sebelum dan sesudah

Gunakan fitur di kanan atas dari Google Analytics untuk membandingkan sebelum dan sehabis untuk rentang waktu tertentu.

3. Konten yang bagus dan kurang secara SEO

Untuk melihat konten mana yang sering muncul di hasil pencarian, masuk ke menu: Acquisition > Search Engine Optimization > Landing Pages.

Landing page SEO

Apabila website anda memanfaatkan Google selaku sumber traffic utama, maka dari sini anda bisa berguru banyak.

Di sini ada beberapa kolom:

  • Landing page: halaman situs web anda
  • Impressions: berapa kali situs web anda timbul dalam hasil penelusuran
  • Clicks: berapa kali situs web anda di-klik dari hasil pencarian
  • Average position: rata-rata posisi website di hasil penelusuran (dari beberapa kata kunci dan user)
  • CTR: rasio antara orang yang melaksanakan klik dengan total impression

SEO Google Analytics

3a. Memperbaiki rangking anda di hasil penelusuran

Impressions yang tinggi memiliki arti halaman tersebut mampu menerima banyak pengunjung. Tapi tidak semua halaman yang impressions nya tinggi mendapatkan Average Position yang manis.

Jangan abaikan halaman-halaman ini alasannya potensinya besar.

Anda harus menaikkan peringkatnya.

2 Panduan ini bisa membantu anda:

  1. 14 teknik SEO untuk memajukan rangking
  2. Panduan link building

Selain teknik SEO, penawaran spesial konten juga mampu memajukan rangking secara eksklusif dan tidak eksklusif.

3b. Meningkatkan CTR

Ada juga masalah dimana halaman yang telah mendapatkan peringkat yang bagus, tapi jumlah kliknya dan persentase CTR-nya rendah.

Rata-rata CTR

Gunakan grafik di atas selaku tolok ukur. (klik untuk memperbesar)

Website yang mendapatkan peringkat 2 biasanya mendapatkan CTR rata-rata sebesar 14%, situs web yang berada di peringkat 3 mendapatkan CTR 10%, dan seterusnya.

Jadi jikalau salah satu halaman di Google Analytics anda menerima peringkat 1 tetapi CTR-nya jauh di bawah 30% maka perlu perbaikan.

Caranya?

SERP PIM

Dengan melihat bentuk hasil pencarian di Google, yang paling menonjol yaitu judul halaman dan meta description-nya.

Maka untuk mengembangkan CTR, anda mesti memperbaiki judul halaman.

Baca panduan ini untuk membuat judul konten yang efektif.

4. Konten yang memiliki konversi kurang baik

Anda yang memanfaatkan konten-konten anda selaku bentuk penjualan atau content marketing tentu saja memiliki tujuan selesai.

Mendapatkan pemasaran, registrasi, dan sebagainya.

Maka anda mesti tahu konten mana yang konversinya kurang bagus sehingga anda bisa melaksanakan perbaikan.

Pertama-tama kita harus menciptakan Goal apalagi dulu.

4a. Membuat Goal

Masuk ke hidangan Admin dari header kemudian klik Goals, atau ikuti gambar berikut:

Goal Google Analytics

Kemudian klik tombol merah, + New Goal.

Custom Goal

Pilih custom dan klik tombol next step.

Pada gambar di bawah, pengaturannya bantu-membantu tergantung dari Goal anda. Dalam panduan ini akan aku contohkan untuk Goal yang menuju halaman tertentu (Destination).

Goal Destination

Destination disini tujuannya ketika pengunjung memasuki halaman tertentu maka akan terhitung sebagai konversi di Google Analytics.

Sedangkan tipe Goal lain sudah dijelaskan dalam gambar.

Pilih yang tepat dengan situs web anda kemudian klik next step.

Goal step 3

Contoh:

Di PanduanIM, salah satu Goal-nya adalah registrasi email.

Setiap kali ada yang berhasil mendaftar, mereka akan dibawa ke halaman berikut ini. Dan halaman ini hanya bisa diakses bagi mereka yang baru mendaftar dan telah mengkonfirmasi.

Selamat bergabung

Maka dari itu, link Destination-nya adalah halaman di atas.

Jenis goal Destination juga mampu digunakan untuk konversi lain seperti pemasaran.

Biasanya sesudah sukses melaksanakan pembelian, maka mereka akan dibawa ke halaman tertentu. Maka masukkan halaman ini ke dalam Goal anda.

Kalau alamat halaman Destination anda namadomain.com/terima-kasih/ maka anda hanya perlu memasukkan /terima-kasih/.

Lebih lanjut perihal Goal Destination bisa anda baca di bimbingan resminya.

Setelah akhir klik create goal.

4b. Melihat rasio konversi dari setiap konten

Masuk ke menu Behavior > Site Content > Landing Pages dari sidebar di Google Analytics.

Conversion Rate Goal

Berdasarkan gambar di atas, dari sekian orang yang tiba melalui halaman /seo-toko-online/ ternyata ada 3,75% yang mendaftarkan emailnya.

Tapi ada halaman yang konversinya sangat rendah, 1.35%. Padahal merupakan salah satu halaman yang paling sering dikunjungi.

Untuk halaman-halaman mirip inilah kita harus melakukan segala upaya untuk mengembangkan konversi.

Apa yang bisa dijalankan untuk memajukan konversi?

Pertama, optimalkan kualitasnya.

Semakin tinggi mutu konten, tingkat konversi cenderung akan ikut meningkat. Maka dari itu, lagi-lagi yang perlu anda kerjakan ialah memperbaiki mutu konten.

Kedua, menurut tutorial strategi content marketing ini ada 3 jenis konten:

  • Pengenalan
  • Branding
  • Penjualan

Ketika bangun sendiri, konten pengenalan secara alami tidak akan mendapatkan konversi yang besar sebab sifatnya.

Maka dari itu kerjakan ini:

Strategi Internal Link

Maksud dari gambar di atas, arahkan konten anda dari level pengenalan sampai ke pemasaran.

Dengan internal link antar konten.

Kaprikornus kitalah yang mengirimkan pembaca untuk hingga kepada pemasaran atau konversi.

5. Distribusi/penawaran spesial yang paling efektif

Langkah terakhir dari content marketing ialah distribusi atau penawaran spesial konten, selain memeriksa isi kontennya kita juga mampu mengevaluasi efektivitas distribusi kita.

Tidak semua kawasan distribusi konten memperlihatkan hasil yang serupa.

Meskipun mungkin traffic yang kita peroleh besar, tetapi belum pasti konversinya juga besar. Maka dari itu, ada kemungkinan anda melakukan distribusi yang sia-sia.

Sebelum masuk ke tahapannya, anda harus punya Goal apalagi dahulu dari Google Analytics. Ikuti langkah di nomor 4.

5a. Membuat UTM tracking

Jangan cemas, tidak angker seperti namanya.

Standarnya, Google Analytics sudah mengetahui darimana hadirin berasal. Misalnya dari Facebook.com.

Tetapi bila kita mendistribusikan konten di aneka macam grup di Facebook, maka Google Analytics tidak bisa membedakan nama grupnya.

Ini juga berlaku untuk daerah distribusi lainnya.

Maka dari itu kita perlu menambahkan sedikit isyarat di belakang URL dikala kita meletakkan link.

Klik disini untuk menciptakan kodenya.

Paste link anda di kolom URL lalu, isikan Source/Sumber, Medium/Media, dan Name/Nama…sisanya tidak wajib (digunakan untuk AdWords).

Contoh jadi-nya seperti ini:

https://depokpost.com/seo/?utm_source=facebook&utm_medium=namagrup&utm_campaign=panduanseo

  • Source: nama situs web daerah distribusi
  • Medium: kata yang kita gunakan untuk membedakan hal-hal yang lebih spesifik
  • Campaign Name: bebas (untuk distribusi gratis biasanya aku gunakan topik konten)

5b. Mengetahui daerah/teknik distribusi yang efektif

Masuk ke menu Acquisition > All Traffic > Source/Medium.

Source Medium konversi

Di sini mampu kita lihat sumber dan media mana yang memperlihatkan konversi terbaik.

Contohnya dari gambar di atas, sebuah grup berjulukan Adsense Indo di Facebook menunjukkan banyak traffic tapi konversinya lebih rendah dibandingkan dengan grup lain bernama Grup Belajar.

Selain itu, ternyata publikasi postingan saya di Medium.com memberikan konversi yang cukup besar.

Maka kedepannya saya bisa mengembangkan perjuangan promosi di Medium.com.

Kaprikornus mengevaluasi daerah distribusi ini mampu meminimalisir waktu anda secara signifikan, selain itu anda juga akan menghemat banyak duit bila anda memakai distribusi berbayar.

Akhir kata…

Banyak orang yang takut melaksanakan evaluasi alasannya bekerjasama dengan angka-angka yang abnormal.

Padahal ini ialah salah satu kelebihan dari digital marketing. Kita bisa mengenali hasil dari apapun yang kita lakukan dengan data dan alat bantu.

Maka dari itu, setelah membaca panduan ini anda semestinya sudah bisa melaksanakan evaluasi terhadap konten anda sendiri.