Off-Page Seo: Membangun Link Dan Popularitas

Off-page SEO yakni usaha-perjuangan optimasi mesin penelusuran dari luar website.

Mengoptimasi dari dalam website, atau on-page SEO saja kadang kala tidak cukup untuk menerima peringkat yang tinggi di hasil pencarian. Terutama untuk website baru yang belum memiliki audience, kecuali jika kompetisi kata kuncinya cukup rendah.

Mengapa backlink sungguh penting

1419519977_award-128Untuk mengetahui pentingnya off-page SEO, saya akan menerangkan sedikit perihal relasi antara search engine dan link.

Mesin pencari seperti Google mempunyai sebuah bot yang bertugas untuk melaksanakan crawling di internet. Crawler milik Google namanya Googlebot

Googlebot bergerak dari situs web ke situs web lewat link yang tercantum di setiap halaman website. Dari data yang dikumpulkan oleh Googlebot, disusunlah index dan urutan peringkat website.

Karena Googlebot menggunakan link sebagai navigasinya, situs web yang mempunyai link dari luar akan mendapat prioritas yang tinggi. Semakin banyak dan kian tinggi kualitas linknya, maka makin baik pula peringkat website tersebut.

Inilah mengapa link dari situs web lain (backlink) memegang peranan penting dalam SEO.

Strategi link building yang salah

no blackhatOff-page SEO mempunyai sisi gelap di dalamnya.

Ada orang-orang yang ingin memaksimalkan rangking websitenya tetapi terlalu malas untuk membuat konten yang berkualitas dan melaksanakan pemasaran, sebaliknya mereka cuma mengandalkan link building.

Link building yaitu penunjang konten website, tanpa memiliki konten yang baik, sebaiknya anda jangan melaksanakan link building. Karena selain percuma, alhasil mampu berupa eksekusi dari Google.

Proses link building yang baik selalu bekerjasama dengan penjualan dan content marketing. Bukan melalui spamming dan penggunaan bot atau software otomatisasi.

Ada beberapa bentuk backlink yang tidak diminati oleh mesin telusur alasannya adalah sering disalahgunakan.

Berikut ini beberapa di antaranya:

  1. Bertukar link. Cara yang amat populer di kala pertengahan sampai final 2000an, bertukar link secara pribadi tidak menawarkan manfaat positif lagi.
  2. Membeli link & menggunakan jasa backlink. Membeli link memang kemungkinan mampu mengoptimalkan rangking dengan cepat tapi lazimnya tidak akan bertahan usang sebab anda akan terkena hukuman dari Google.
  3. Komentar di blog & forum. Link yang anda dapatkan dari komentar di blog tidak memperlihatkan faedah yang besar, begitu juga dengan forum. Tetapi keduanya sering menjadi lahan spam.
  4. Auto-approve link. Segala bentuk link yang tidak melalui moderasi dari pemilik website. Artinya link tersebut langsung muncul saat anda memasukkan alamat situs web anda.
  5. Menggunakan software bot. Ada beberapa software/tool yang mampu dipakai untuk menerima link secara otomatis, namun link yang anda peroleh bermutu rendah dan justru bisa merusak website.
  6. Private Blog Network. Artinya sekumpulan blog yang dimiliki oleh 1 orang yang hanya difungsikan sebagai ladang backlink ke website utama mereka. Google secara aktif menghukum jaringan blog seperti ini.
  7. Spam. Dalam bentuk apapun, teknik spamming tidak akan memberikan faedah nyata untuk anda.

Link yang ditemukan dengan cara-cara di atas biasanya bermutu rendah. Hasil maksimum yang bisa anda peroleh yakni peringkat tinggi dalam jangka pendek, lalu dikenai penalti oleh Google.

Karena itu lebih baik menghindari teknik mirip ini.

Sama halnya dengan on-page SEO, kualitas sangat besar lengan berkuasa. Bahkan off-page SEO lebih sensitif kepada kualitas.

Maksudnya seperti ini.

Walaupun anda mempunyai situs web dan konten yang bagus, bila anda melakukan meningkatkan secara optimal off-page yang melanggar seperti teknik di atas maka anda tidak akan terhindar dari eksekusi.

Karena pentingnya link building, maka tutorial lebih lanjut untuk mendapatkan link yang bermutu akan dibahas dalam bagian berikutnya.

Hubungan antara konten dan backlink

Konten = on-page, backlink = off-page. Apa ada kekerabatan antara konten dan backlink?

Sangat ada. Berikut ini kutipan dari Bing.

If the value that you have worked so hard to instill in your site is evident to them, they will assist their own customers by linking back to your site. That, my friend, is the essence of link building.

Kira-kira artinya mirip ini,

Kalau situs web anda memang mempunyai value (nilai) dan value ini tampakoleh orang lain, maka mereka akan dengan senang hati menunjukkan link terhadap anda. Inilah esensi dari link building.

Untuk menawarkan value, maka anda harus memiliki konten yang berkualitas. Untuk memperlihatkan value ini kepada orang lain, anda harus melaksanakan penjualan konten.

Kaprikornus content marketing ialah “sumber” backlink utama bagi anda.

Social media dan off-page SEO

social media

Efek social media kepada SEO ialah perdebatan yang belum ada alhasil.

Sebagian orang bilang kuat, sebagian lagi bilang cuma Google+ yang besar lengan berkuasa, sisanya bilang sama sekali tidak kuat.

Makara bantu-membantu pentingkah social media marketing?

Penting.

Meskipun tidak ada hubungannya dengan SEO. Social media adalah salah satu cara terbaik untuk memperkenalkan website anda kepada orang banyak.

Seperti yang dibahas tadi, selain memiliki konten yang bermutu anda juga harus memberikan konten ini terhadap orang lain. Maka dari itu social media merupakan daerah yang tepat untuk ini.

Ketika orang lain melihat konten anda, dan kesengsem, mereka bisa jadi akan kembali mengusulkan anda terhadap orang lain dengan share, like, dan sebagainya.

Inilah mengapa anda mesti aktif di social media untuk menjual website anda.

Penggunaan social media selaku fasilitas penjualan dijelaskan dalam 2 postingan berikut:

  1. 13 Teknik penawaran khusus konten
  2. 14 Teknik SEO (on-page dan off-page)

Faktor rangking off-page SEO

Off-page SEO ialah permainan popularitas website. Dalam menentukan popularitas suatu website, Google menggunakan aneka macam aspek.

Kita sudah tahu bahwa backlink adalah faktor yang utama dalam off-page SEO. Tapi tidak sembarang backlink memperlihatkan efek konkret.

Berikut ini ialah aspek penentu rangking dari luar website.

1. Kualitas backlink

Backlink yang berkualitas memperlihatkan pengaruh yang jauh lebih kuat dibandingkan dengan yang tidak berkualitas. Tapi apa yang menentukan mutu backlink?

  • Reputasi situs web
  • Keaktifan website
  • Kesamaan topik
  • Penempatan backlink dalam situs web
  • Dofollow & nofollow
  • Kesamaan bahasa
  • Umur backlink

Mengenai penempatan, backlink yang mempunyai mutu terbaik diposisikan di dalam teks. Istilahnya contextual link.

Ini sebab Google membaca apa isi teks yang mengelilingi link tersebut dan memutuskan dalam konteks apa link tersebut dipasang. Akibatnya, situs web anda akan menerima poin untuk keyword tersebut.

2. Anchor text dalam backlink

Anchor text yang digunakan dalam link dibaca oleh mesin penelusuran selaku kata kunci. Website anda menerima poin ekstra dalam teks yang digunakan selaku anchor.

Namun demikian, penggunaan anchor yang sama berulang-ulang tidak akan memperlihatkan pengaruh aktual lagi.

Perlu anda pahami bila dalam 1 halaman terdapat 2 link menuju situs web anda dan keduanya mempunyai anchor yang berbeda, maka Google memakai anchor pertama.

3. Jumlah backlink

Semakin banyak backlink yang anda peroleh, kian baik.

Tapi tidak cuma itu.

Kuantitas harus sejalan dengan mutu. Kalau anda cuma mendapatkan backlink dari website yang tidak mempunyai reputasi, ini tidak terhitung selaku faktor nyata.

4. Keragaman backlink

Ada beberapa jenis backlink, salah satunya yang disebutkan tadi adalah contextual link. Selain itu masih ada lagi mirip blog comment, profile, bio, widget, advertorial, directory, dsb.

Terlalu banyak memakai satu jenis backlink tidak akan memberikan efek yang maksimal.

Secara logika, jikalau kita menerima backlink secara alami maka jenis backlink akan bermacam-macam. Inilah mengapa mesin telusur menggunakan keragaman selaku aspek.

5. Reputasi sosial

Google mampu mengerti sentimen dalam setiap komentar. Artinya setiap kali website anda muncul kemudian timbul komentar negatif dari orang lain, akan memiliki dampak buruk.

Demikian pula sebaliknya dengan sentimen nyata yang mempunyai efek faktual.

6. Aktivitas sosial

Website yang aktif dalam situs web sosial mirip sosial media dan jejaring sosial memiliki arti terkenal.

Aktivitas sosial sebuah situs web mampu dilihat salah satunya dengan alat ukur berupa jumlah share ke jejaring sosial. Tapi ingat lagi dengan sentimen positif dan negatif.

7. Faktor personal pengguna

Sejak Google menerapkan personalized search, hasil penelusuran dalam keyword yang serupa bisa berbeda untuk masing-masing akun Google.

Ini dipengaruhi oleh beberapa faktor mirip:

  • Pernah-tidaknya pengguna mengunjungi sebuah website
  • Tingkat kepuasan pengguna terhadap sebuah website
  • Negara dan bahasa
  • Apakah sebuah situs web pernah di-share oleh temannya

Perlu anda ketahui bahwa mesin pencari tidak pernah mengeluarkan daftar resmi faktor yang besar lengan berkuasa kepada peringkat, alasannya adalah itu aspek-faktor di atas ditemukan secara empiris.

Bab berikutnya membicarakan lebih lanjut perihal backlink.

Anda telah menuntaskan 5 dari 7 bagian

71%