Bogor, DepokPost.com-Wisuda Tahap VI Tahun Akademik 2025/2026 menjadi momen istimewa. Selain menjadi wisuda perdana di tahun 2026, prosesi ini juga untuk pertama kalinya digelar bersama Rektor baru, Alim Setiawan Slamet.
Pada acara yang berlangsung di Grha Widya Wisuda (11/2/2026), Rektor mengukuhkan 800 lulusan terdiri atas 67 doktor, 284 magister, dan 449 sarjana.
Bagi dirinya, upacara wisuda selalu sarat tradisi. “Toga, prosesi, dan kebanggaan sebagai bagian dari perguruan tinggi agromaritim adalah identitas kita. Namun, IPB tidak hanya hidup dari tradisi, melainkan dari keberanian bertransformasi menjawab tantangan zaman,” katanya.
Dalam pidatonya, Rektor IPB University menyinggung relevansi perguruan tinggi di tengah disrupsi kecerdasaan buatan (AI). Paparannya menjawab banyak keraguan publik terhadap peran kampus di era AI.
Menurutnya, AI memang mampu menjawab banyak pertanyaan, tetapi tidak memiliki nurani dan nilai kemanusiaan.
“Tantangan manusia bukan lagi menemukan jawaban, melainkan menentukan pertanyaan yang benar. AI bekerja berbasis masa lalu, sementara universitas bekerja untuk membentuk masa depan,” tegasnya.
Salah satu kontribusi nyata IPB University terlihat pada capaian swasembada beras 2025 melalui varietas unggul seperti IPB 9G. Rektor turut mengapresiasi peran alumni dalam berbagai sektor pembangunan.
“Dari kampus ini lahir inovasi yang memperkuat kedaulatan pangan dan pemimpin yang berkontribusi bagi bangsa,” tambahnya.
Tiga Pesan Rektor
Rektor menitipkan tiga nilai utama bagi lulusan, yaitu integritas, inovatif, dan inspiratif. Terkait integritas, ia mencontohkan kasus Volkswagen Dieselgate pada 2015, ketika rekayasa perangkat lunak digunakan untuk memanipulasi uji emisi kendaraan.
“Secara teknis, teknologi itu canggih, tetapi secara etis keliru. Ia berfungsi, namun melanggar integritas ilmiah dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Ini bukti bahwa kepintaran teknis tidak otomatis berarti kebenaran,” ujarnya.
Sementara tentang inovasi, ia mengisahkan penemuan penisilin oleh Alexander Fleming yang lahir dari kepekaan, bukan dari rencana besar.
Adapun nilai inspiratif dirangkum dalam ungkapan “Urip iku urup” — hidup itu menyala dan memberi cahaya.
Dia mengingatkan bahwa kehidupan bukan sekadar tentang pencapaian pribadi, melainkan tentang menghadirkan harapan, menumbuhkan semangat, membawa manfaat, dan membuka jalan bagi orang lain.
Sementara itu Ketua Himpunan Alumni IPB University, Fauzi H Amro, berharap lulusan IPB menjadi motor pertumbuhan nasional.
“Ekonomi 2025 tumbuh 5,9 persen dan kita didorong menuju 8 persen. Alumni IPB harus berada di garda depan pembangunan,” ujarnya.
Mewakili wisudawan, Wakil Menteri Pertanian Indonesia sekaligus lulusan program Doktor IPB University, Sudaryono, mengajak para lulusan untuk tetap menjaga idealisme.
Menurutnya, pengalaman pandemi telah mengajarkan bahwa kesehatan dan kepedulian sosial jauh lebih penting daripada sekadar materi.
“Sekolah dengan baik saja tidak cukup. Masa depan dibangun dengan kesiapan, karakter, dan keberanian membantu mereka yang tertinggal,” tuturnya. (akn/***)
