Bogor, DepokPost.com-Semangat pemberdayaan perempuan dan penguatan ekonomi kerakyatan disampaikan pengurus yang hadir dalam Musyawarah Wilayah Khusus (Muswilkhusus) III Alisa Khadijah”-ICMI Bogor yang diselenggarakann di Gedung DPRD Kota Bogor.
Menurut Ketua panitia, Ani Sumarni, perempuan, khususnya para ibu, memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan ekonomi keluarga dan masyarakat.
Di tengah kondisi ekonomi yang tidak ringan, ibu-ibu justru menunjukkan daya juang dengan bersatu dalam organisasi untuk saling menguatkan dan berbagi peluang.
“Setiap produk yang kita ciptakan, setiap tenaga kerja yang kita serap, hingga nilai-nilai keislaman dalam bisnis adalah bagian dari fondasi menuju Indonesia Emas,” ujarnya.
Lebih lanjut dikatakan, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pelaku usaha, akademisi, dan organisasi dalam menghadapi tantangan ekonomi global yang kian dinamis.
Sementara itu Ketua Dewan Pengurus Pusat Alisa “Khadijah”-ICMI, Ina Marlina. menyoroti pentingnya kolaborasi antara akademisi dan pelaku usaha dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.
Dia mengibaratkan organisasi seperti Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) sebagai sebuah rumah, di mana akademisi berperan sebagai penghasil teori di “ruang tamu”, sedangkan pelaku UMKM menjadi eksekutor.
“Tanpa kolaborasi yang baik, pengembangan ekonomi tidak akan berjalan optimal. Terlebih dalam situasi global yang tidak menentu, UMKM terbukti menjadi penopang utama ekonomi nasional,” tuturnya.
Dia juga menambahkan bahwa sejarah telah menunjukkan ketangguhan UMKM dalam menghadapi krisis, sehingga penguatan sektor ini menjadi langkah strategis agar Indonesia tidak terlalu terdampak oleh gejolak global, termasuk konflik internasional yang memengaruhi stabilitas energi dan pangan.
Ketua ICMI Orwilsus Bogor, Sofyan Syaf, dalam kesempatan yang sama menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam pengembangan ekonomi. Menurutnya, era digital menuntut pelaku usaha untuk mampu beradaptasi dengan platform digital guna meningkatkan efisiensi dan daya saing.
“Penguatan kelembagaan ekonomi lokal harus dibarengi dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia serta pemanfaatan teknologi digital. Dengan konsolidasi yang kuat, ekonomi lokal dapat menjadi motor penggerak kesejahteraan masyarakat,” ungkap pria yang juga merupakan Dekan di Fakultas Ekologi Manusia IPB University ini.
Hasil akhir dalam kegiatan ini diputuskan secara aklamasi oleh pengurus Alisa “Khadijah”-ICMI Orwilsus Bogor Dwi Jayanti Gunandini sebagai Ketua baru. Dalam sambutan singkatnya disampaikan ucapan terimakasih atas kepercayaan seluruh pengurus atas penunjukannya sebagai ketua.

“Terimakasih untuk kepercayaannya, melalui Muswil III Alisa Khadijah ICMI Bogor ini, diharapkan tercipta langkah konkret dalam memperkuat peran perempuan, mengembangkan UMKM, serta mendorong transformasi digital sebagai fondasi menuju kemandirian ekonomi Indonesia” jelas owner waroeng taman dan salon of Aisyah yang sebelumnya pernah menjabat satu periode sebagai Ketua Alisa “Khadijah”-ICMI Kota Bogor.
Turut serta meramaikan agenda Musyawarah Wilayah ini sejumlah pelaku usaha Kota dan Kabupaten Bogor. Berbagai produk UMKM digelar dalam acara ini. (akn)
