Jakarta, Depokpost.com – Siapa sangka, dari minyak sawit dan tandan kosong kelapa sawit yang selama ini lebih banyak dikenal dalam sektor perkebunan dan industri ternyata menyimpan peluang besar untuk dikembangkan sebagai inovasi di bidang kesehatan yaitu balutan luka hidrogel teknologi nanopartikel yang berpotensi menjadi inovasi kesehatan untuk ulkus diabetikum. Potensi inilah yang diangkat oleh tim mahasiswa S1 Farmasi Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta melalui Lomba Riset Sawit Tingkat Mahasiswa tahun 2025.
Riset tersebut menjadi bagian dari Lomba Riset Tingkat Mahasiswa Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan tim ini mengambil bidang Pangan/Kesehatan. Tim peneliti terdiri atas Mikhael Valentino, Deri Putra Pratama, dan Khayla Shifa Azzahra, dibawah bimbingan apt. Annisa Farida Muti, S.Farm., MSc. serta apt. Ade Abiyyatun Mahdiyyah, S.Farm., M.Farm.
Melalui penelitian ini, tim peneliti mengembangkan balutan luka hidrogel berbasis nanopartikel dengan memanfaatkan potensi bahan alami dari minyak sawit dan tandan kosong kelapa sawit. Gagasan tersebut diarahkan untuk mendukung pengembangan inovasi kesehatan pada penanganan ulkus diabetikum, yaitu salah satu komplikasi diabetes yang membutuhkan perhatian serius karena proses penyembuhannya cenderung kompleks dan berisiko menimbulkan infeksi lanjutan.

Dari Minyak sawit dan Tandan Kosong Kelapa Sawit Menjadi Produk Kesehatan Bernilai Tambah
Riset ini menarik karena menghadirkan cara pandang baru terhadap sawit. Sawit tidak hanya dilihat sebagai komoditas perkebunan Indonesia, tetapi juga sebagai sumber bahan alam yang berpotensi dikembangkan menjadi produk kesehatan bernilai tambah. Melalui pendekatan tersebut, minyak sawit dan tandan kosong kelapa sawit dimanfaatkan sebagai dasar pengembangan kandidat balutan luka yang relevan dengan kebutuhan inovasi kesehatan terkini.
Dalam proses penelitiannya, tim peneliti mengembangkan sistem balutan luka berbasis hidrogel yang dikombinasikan dengan teknologi nanopartikel. Pendekatan ini dipilih karena memiliki potensi untuk mendukung pengembangan sediaan topikal yang lebih aplikatif pada area luka. Hasil awal penelitian menunjukkan bahwa formulasi yang dikembangkan memiliki karakteristik yang mendukung untuk dilanjutkan ke tahap evaluasi berikutnya. Selain pengembangan formula, tim juga melakukan serangkaian evaluasi untuk menilai karakteristik awal sediaan dan potensinya sebagai kandidat balutan luka.
Di bawah bimbingan dosen pembimbing, riset ini menunjukkan bahwa mahasiswa S1 Farmasi UPN “Veteran” Jakarta mampu menghadirkan gagasan yang relevan dengan kebutuhan kesehatan sekaligus isu keberlanjutan. Pemanfaatan minyak sawit dan tandan kosong kelapa sawit membuka peluang baru bagi pengembangan produk kesehatan berbasis sumber daya alam Indonesia.
Jika dikembangkan secara berkelanjutan, riset ini tidak hanya berpotensi memberi kontribusi pada pengembangan kandidat balutan luka untuk ulkus diabetikum, tetapi juga mendukung hilirisasi sawit ke bidang kesehatan. Dari minyak sawit dan limbah perkebunan, lahir gagasan besar yang menjadikan sawit bukan hanya komoditas industri, tetapi juga sumber inovasi bidang kesehatan di masa depan.
Naskah Artikel Publikasi Media
Penulis: Tim Mahasiswa S1 Farmasi UPN “Veteran” Jakarta
Editor: Redaksi
