Lewati ke konten
Jabar

Pelajaran Kelam G30S/PKI, Pradi Supriatna: Momen Teguhkan Pancasila Menuju Indonesia Emas 2045  

Rohendi•
Bagikan

DEPOK, depokpost.com – Peristiwa Gerakan 30 September/PKI menjadi catatan paling kelam dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Namun dari kegelapan itulah lahir pelajaran paling berharga yang tak boleh pudar dari ingatan setiap warga negara.

Demikian ditegaskan H. Pradi Supriatna, S.Kom., M.M.S.I, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Gerindra, Daerah Pemilihan Kota Depok dan Kota Bekasi, dalam pernyataannya menyambut peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Rabu (1/10/2026).

“Peristiwa G30S/PKI adalah masa kelam yang menjadi pelajaran paling berharga bagi bangsa dan negara kita. Tak boleh kita lupakan, bukan untuk terus berduka, melainkan agar senantiasa menjaga dan memperkokoh persatuan di atas segala perbedaan,” ujarnya.

Menurut Pradi, peringatan Hari Kesaktian Pancasila bukan sekadar seremonial semata, melainkan momentum untuk merenungkan dan menumbuhkan kesadaran: kontribusi apa yang mampu kita berikan bagi kemajuan bangsa dan negara?

“Besar kecilnya sumbangsih kita itu relatif. Tidak semua bisa berdiri di barisan terdepan, tidak semua memegang kendali kebijakan besar. Namun yang terpenting bukan ukurannya, melainkan ada kemauan untuk bangkit, kemauan untuk maju, serta kemauan untuk bekerja sama  bergandengan tangan, bergotong royong menjadikan Indonesia semakin baik, semakin kokoh, dan semakin maju,” ungkapnya.

Lebih lanjut, politisi kelahiran Depok ini menyampaikan bahwa cita-cita menuju Indonesia Emas tahun 2045 bukanlah mimpi yang akan datang sendiri. Kemajuan harus dibangun, diraih dengan kerja nyata, kesetiaan pada nilai-nilai kebangsaan, serta kesetiaan pada Pancasila sebagai fondasi persatuan.

“Semoga cita-cita luhur Indonesia Emas 2045 itu benar-benar terwujud di tangan kita semua, generasi penerus yang setia, yang bersatu, dan yang tak pernah lelah berbuat baik bagi tanah air,” pungkasnya.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila setiap 1 Oktober menjadi pengingat bahwa persatuan dan kesatuan bangsa adalah tanggung jawab setiap elemen masyarakat, tanpa terkecuali.

Pewarta : Adi Kurniawan

Komentar

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom bertanda * wajib diisi.