BOGOR,DepokPost.com – Selasa, 26 Oktober 2026, Lembaga Sensor Film (LSF) Republik Indonesia menggelar program LSF Goes to School di SMP Rahmaniyah Bogor. Kegiatan yang diikuti sekitar 400 siswa dan guru ini bertujuan meningkatkan literasi perfilman serta mengajak masyarakat memilah tontonan sesuai klasifikasi usia masing‑masing.
Penyensoran film adalah amanat Undang‑Undang No. 33 Tahun 2009 tentang Perfilman. Setiap film yang akan diedarkan atau diputar wajib memiliki Surat Tanda Lulus Sensor dari LSF. Penilaian dan filtrasi dilakukan untuk melindungi masyarakat dari konten yang tidak layak serta menjamin tersedianya tontonan bermutu yang sesuai budaya bangsa.
Seiring kemajuan teknologi, film kini mudah diakses melalui internet, platform digital, dan media sosial tanpa batas ruang dan waktu. Hal ini membuka peluang anak‑anak mengakses tontonan yang tidak sesuai usia, misalnya konten kekerasan, pelecehan, atau hal lain yang dapat merusak perkembangan mereka.
Dalam sambutannya, Ketua LSF RI Dr. Naswardi, M.M., M.E., menyampaikan komitmen lembaganya melindungi masyarakat dari dampak buruk film dan iklan yang beredar, sekaligus terus mensosialisasikan penggolongan usia tontonan agar masyarakat dapat memilih tontonan yang aman dan berkualitas.
Ketua Sub Komisi Apresiasi LSF RI Gustav Aulia menjelaskan klasifikasi usia tontonan yang berlaku yaitu SU, 13+, 17+, dan 21+. Menurutnya, para siswa masih memerlukan bimbingan agar dapat memahami batasan tontonan yang cocok untuk usia mereka.
Sementara itu, Ketua Sub‑Komisi Advokasi LSF RI Saptari Novia Stri memperkenalkan Gerakan Nasional Budaya Sensor Mandiri (GNBSM) yang telah dicanangkan sejak tahun 2018. Gerakan ini mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk melakukan penyaringan tontonan secara mandiri di tengah maraknya konten digital saat ini.
Selain pemaparan materi dari jajaran LSF, acara juga dihadiri produsen dan pemeran film Teman Tegar: Maira. Mereka berbagi pengalaman proses pembuatan film dan inspirasi memulai karir di dunia perfilman, serta menyampaikan pesan penting agar para siswa dan guru selalu memilih tontonan yang sesuai batas usia masing‑masing.
Kegiatan berlangsung mulai pukul 09.00‑12.30 WIB dan diharapkan menjadi langkah awal peningkatan kesadaran literasi tontonan bagi kalangan pelajar di wilayah Bogor.(Bro)







