Cilodong, DepokPost.com- Ketua Fraksi PKB DPRD Kota Depok, Siswanto menyikapi Penjabat (Pj) Sesdakot Depok Nina Suzana yang terkesan menganggap wajar terkait ada Silpa APBD 2024.
“Ibu Pj Sekda Kota Depok tak seharusnya menganggap wajar adanya Silpa APBD. Sebab, besar kecilnya Silpa itu bukti ada ketidakberesan OPD dalam menjalankan program,” katanya, Jumat (11/7/2025).
Siswanto mengaku heran dengan sikap Pj Sekda yang menganggap wajar ada Silpa APBD 2024. “Ibu Sekda harusnya obyektif jangan seolah-olah ingin memasang badan buat anak buahnya (OPD),” ujar pria asal Sidoarjo, Jawa Timur.
Menurut eks jurnalis Jawa Pos grup ini, berapa pun angkanya, besar atau kecil yang nama Silpa itu tidak positif dalam logika manajemen fiskal.
“Makanya, bagaimana logikanya. Kok dibilang Silpa APBD 2024 defisit, harusnya Rp 300 miliar,” imbuhnya.
Siswanto juga merespon permintaan Nina agar Fraksi PKB belajar soal Silpa. “Pj Sekda harus tahu jika kami (F-PKB) hingga saat ini terus belajar dan mempelajari, terutama tentang Silpa APBD Kota Depok yang anomali,” tegasnya.
Siswanto pun mengingatkan Nina, bahwa Silpa dari APBD bukan hanya untuk mengukur program OPD berjalan atau tidak. Akan tetapi, adanya Silpa bisa merugikan keuangan negara.
“Misalnya, Silpa itu akibat ada proyek yang gagal lelang. Jika tahun lalu, nilai proyeknya Rp 10 miliar, maka nilai itu tidak akan cukup untuk membiayai proyek yang sama. Karena harga material naik,” tutur Dewan Dapil Sawangan, Bojongsari, Cipayung ini. (akn)
