Cilodong, DepokPost.com-Komisi A DPRD Kota Depok menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Perhubungan dan Satpol PP untuk membahas keluhan warga terkait terbatasnya akses menuju tempat ibadah saat Car Free Day (CFD) di Jalan Margonda, yang dilakukan setiap Minggu pagi. RDP itu dilaksanakan di ruang sidang DPRD Kota Depok, Jalan Boulevard, Sektor Anggrek, Cilodong, Kota Depok, Kamis (24/7/2025).
Menurut anggota Komisi A DPRD Kota Depok, Edi Maestro, banyak warga, terutama jemaat gereja yang merasa kesulitan mencapai lokasi ibadah akibat penutupan jalan untuk kegiatan CFD.
“RDP ini digelar karena adanya aspirasi dari masyarakat yang terdampak penutupan jalan. Jangan sampai program yang baik seperti CFD justru mengabaikan hak warga untuk menjalankan ibadah,” kata Edi yang juga Ketua F-Gerindra.
Edi mengaku bahwa dalam RDP itu pihaknya memaparkan dua alternatif solusi yang tengah dikaji Komisi A.
Pertama, membuka jalur lambat di Jalan Margonda secara terbatas bagi kendaraan jemaat gereja. Kedua, memanfaatkan jalur alternatif melalui Jalan Keadilan, Depok 2.
Namun opsi kedua ini dinilai belum ideal karena jalur tersebut kerap padat akibat pasar tumpah yang juga aktif di Minggu pagi.
“Oleh karena itu, kami meminta Dishub dan Satpol PP melakukan kajian teknis di lapangan. Kita harus mengetahui secara akurat volume kendaraan jemaat dan pola pergerakannya,” ujarnya.
Lebih lanjut Edi mengatakan, hasil kajian tersebut akan menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan yang menjamin keselamatan, kenyamanan, serta kelancaran aktivitas masyarakat dari berbagai latar belakang.
“CFD tetap perlu dilaksanakan, tetapi tidak boleh mengorbankan kebutuhan ibadah warga. Ini soal keadilan dan toleransi. Karena itu, dibutuhkan pengaturan yang bijak dan adil,” imbuhnya.
Edi juga menegaskan, DPRD Kota Depok, khususnya Komisi A, berkomitmen menjaga nilai-nilai kebhinekaan dan menjamin kebebasan beragama.
Karena perhatian terhadap akses menuju tempat ibadah merupakan bentuk nyata dari semangat toleransi.
“Kita ingin semua pihak merasa nyaman, yang ingin berolahraga tetap bisa, dan yang ingin beribadah tidak terhalangi. Solusi adil bisa dicapai jika kita duduk bersama dan mau mendengarkan semua suara,” pungkasnya. (akn)
