Cilodong, DepokPost.com-Kebijakan Wali Kota Depok Supian Suri membatalkan pembangunan masjid di Jalan Margonda disesalkan. Kebijakan Wali Kota Depok malah menjadi pembangunan sekolah anak berkebutuhan khusus.
“Kita masyarakat Kota Depok pada posisi kecewa dengan pemerintahan Pak Supian Suri dan Pak Chandra,” kata legislator DPRD Kota Depok, Hengky, melalui pesan singkat (whatsapp), Kamis (24/7/2025).
Menurut kader PKS ini, dalam new consep public service atau pelayanan publik baru ini ada satu slogan yang sangat kuat dengan pelayanan di masyarakat bahwa pelayan publik itu melayani bukan mengendalikan.
“Artinya ketika pelayan publik itu bekerja ya dia harus menjadi fasilitator kemauan masyarakat yanh representatif. Nah dalam hal ini sudah dilakukan sebenarnya,” ujarnya.
Dia mengungkan, permohonan masjid di Margonda itu sudah ada kajian yang panjang. “Tokoh agama, tokoh lintas ormas sudah sepakat dan sudah menuntut bahkan desakan utk dibangunnya masjid di pinggir Jlan Margonda. Yang secara kajian tmptnya itu di bekas SDN Pondok Cina 1,” tutur Hengky.
Kajian sudah dibuat, anggarannya sudah diketuk palu, IMBnya sudah dibuat, tinggal eksekusi. “Nah ini dia lagi-lagi pemerintah dlm hal ini kepala daerah harusnya tidak latah untuk mengakomodir kepentingan pol. Partai pengusung mungkin,” imbuhnya.
Ini lebih dikedepankan saat ini duet Supian Suri dan Chandra Rahmansyah dalam menjaga stabilitas politik yang ada harus segera move on. “Sadar bhw saat ini beliau menjadi pejabat publik bukan menjadi petugas partai katakanlah sbg tugas-tugas di pemerintahan ini benar-benar terlaksana dengan baik dan cermat.
Dengan mengedepankan asas keadilan buat mengakomodir dari aspirasi warga yang memang selama ini memasuki Jalan Margonda itu masyarakat kesulitan untuk menunaikan salat.
Dan saat ini sedang dialihkan menjadi pembangunan sekolah istimewa untuk anak berkebutuhan khusus.
“Ini menjadi permasalahan lagi nanti, jangankan orang disabelitas, orang normal saja kalau dipinggir jalan maka.ngeri. Itu membahayakan siswa,” kata Hengky.
Oleh karena itu Hengky menilai Wali Kota Depok Supian Suri ke depannya lebih bijak dalam mengambil keputusan yang krusial.
“Sehingga jangan sampai Pak SS di cap dalam sejarah Kota Depok yaitu Wali Kota yang sangat mudah menggagalkan umat islam yaitu pembangunan masjid di jalan Margonda dan legalitas hukum nanti akan bermasalah,” imbuhnya.
Ada temuan-temuan dan ini sangat menyorot citra dari Wali.Kota dan Wakil Wali Kota.
“Bagaimana dengan sangat mudahnya melakukan penggeseran anggaran. Dengan jargon saat kampanye melakukan perubahan tidak dijalankan. Pak SS jadi identik bukan Wali Kota perubahan tapi Wali Kota pergeseran,” tegasnya. (akn)
